3 Desa di Pamekasan Terapkan Wisata Berbasis Pertanian

Pamekasan (beritajatim. com) – 3 desa di kabupaten Pamekasan, mulai menerapkan pengembangan pariwisata berbasis pertanian demi membantu pengembangan sektor ekonomi kelompok. Sekaligus merealisasikan program Tempat Tematik yang digagas Pemkab setempat.

Ketiga desa tersebut meliputi Tempat Bajang, Kecamatan Pakong, dan Desa Gagah dan Daerah Kertagenah Dhaja, Kecamatan Kadur. Di mana ketiga daerah tersebut memang memiliki potensi berupa sumber daya negeri memadai dan cocok dikembangkan sebagai objek wisata.

Bahkan dua dari tiga daerah tersebut, pengembangan sektor wisata juga sudah berjalan & dikunjungi banyak wisatawan. Masing-masing Bukit Brukoh, Desa Bajang, Pakong, serta Bukit Kehi, Desa Kertagenah Dhaja, Kadur.

“Memang selama ini kami mencanangkan program Desa Tematik melalui tagline One Village One Product , pada mana setiap desa harus memilih tema pengembangan zona ekonomi desa sesuai secara potensi masing-masing desa, ” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Minggu (25/4/2021).

Termasuk tiga desa di dua kecamatan berbeda di daerah yang dipimpinnya, dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sektor turisme. “Misalnya Desa Bajang, dalam mana potensi alam bersifat perbukitan indah sangat terpendam dijadikan sebagai objek wisata alam, ” ungkapnya.

“Hal itu juga tidak terlepas dari inisiatif dan komitmen kepala desa Bajang (Moh Mokri), di mana keberadaan potensi di desa dengan dipimpinnya sangat memungkinkan buat dikembangkan dan dijadikan sebagai objek wisata alam, ” sambung bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam.

Tidak cuma keberadaan perbukitan yang dinilai sangat potensial dijadikan jadi destinasi wisata, sebab Tempat Bujang, juga memiliki daya wisata yang mulai digagas dan dikembangkan, salah satunya melalui destinasi Wisata Sawah.

“Saat datang ke Bukit Brukoh, sebesar fasilitas sudah mulai positif dengan menyediakan spot istimewa bagi para pengunjung berswafoto, hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para-para pengunjung. Termasuk juga prakarsa aparat desa yang menggagas wisata berupa kafe sedang sawah, sehingga pengunjung dapat melihat panorama alam secara nuansa hijau, ” jelasnya.

Tidak hanya Bukit Brukoh, keberadaan Tanah Kehi di Desa Kertagenah Dhaja, Kadur, juga menjelma satu diantara destinasi wisata potensial lain di Pamekasan. “Disana (Bukit Kehi) juga telah tersedia berbagai sarana pendukung, seperti kolam renang & tempat bersantai bagi para pengunjung, ” imbuhnya.

“Jadi sudah pasti, destinasi wisata di dua desa berbeda (Bajang dan Kertagenah Dhaja) sudah sangat ramai didatangi pengunjung dan tentunya sudah tiba memberikan dampak positif untuk peningkatan sektor ekonomi asosiasi di desa setempat, ” bebernya.

Potensi lainnya juga terdapat dalam Desa Gagah, Kadur, sekalipun saat ini masih dalam tahap pembangunan, tetapi rencana dan orientasi dari gagasan yang diusung pemerintah desa setempat, sangat prestisius & berpeluang meningkatkan sektor ekonomi masyarakat setempat.

“Seperti halnya Desa Bajang dan Kertagenah Dhaja, Kampung Gagah juga memiliki rencana pengembangan sektor wisata pertanian. Kelebihan di desa tersebut, karena masyarakatnya banyak membikin kerajinan dari pohon siwalan dan sudah dikembangkan menjelma kopi siwalan, ” sebutan Mas Tamam.

Dari itu, pihaknya serupa kembali menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian khusus untuk desa-desa yang sudah menetapkan tema pengembangan ekonomi tempat. Antara lain dengan memberikan tumpuan pengembangan sarana dan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata ataupun potensi lainnya.

“Jadi keseriusan aparat desa dalam mengembangkan bahan wisata desa yang hendak dikembangkan, juga menjadi mengindahkan Pemkab Pamekasan dalam menyampaikan dana stimulan pengembangan wisata desa. Termasuk juga di pengembangan potensi lainnya, ” pungkasnya. [pin/but]