Anak 8 Tahun Ini Sumbangkan Uang Tabungan untuk Penanganan Covid-19

Anak 8 Tahun Ini Sumbangkan Uang Tabungan untuk Penanganan Covid-19

Surabaya (beritajatim. com) – Naura Rahima Fatahila merupakan gadis kecil kelas 2 SD yang sempurna dengan cinta dan toleransi. Dia pun bisa dijadikan sosok inspirator ditengah pandemi Covid-19 ini.

Naura, sapaan akrabnya, menyumbangkan uang tabungannya sebesar Rp 813. 000 untuk membantu penanganan Covid-19. Dana tersebut diserahkan Naura didampingi ibunda secara langsung melalui Sentral Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Universitas Airlangga (Unair).

“Uang yang hari ini diserahkan totalnya ada Rp813. 000. Sebetulnya dibuka di Puspas UNAIR & dihitung bersama-sama. Ini tabungan sejak salah satu celengan dia dalam rumah dan digabung dengan uang lebaran, ” ucapnya.

Menurut penuturan Andri Suryandari, emak Naura, putrinya memang sejak periode gemar menabung. Orangtua Naura selalu telah lama mengajarkan kebiasaan infaq dan menyisihkan rezeki untuk ditabung.

“Uangnya kadang sebab saya atau ayahnya, saudara yang berkunjung, atau ketika main ke rumah eyang dikasih uang. Dikumpulkan di tiga celengan dia, ” tuturnya.

Sebenarnya, simpanan itu bebas digunakan Naura buat apapun. Awalnya, dia mulai menabung untuk membeli mainan hingga smartphone. Namun seiring berjalanannya waktu, keinginan dia selalu berubah-ubah.

Hingga akhirnya Naura ingin menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu pengerjaan Covid-19 di Surabaya. “Dulu nabung kata dia ingin beli game, terus ganti ingin mainan. Ganti-ganti pokoknya, tapi tidak pernah terbeli juga karena belakangan dia berputar kayaknya kok gak perlu-perlu betul, gitu, ” ungka Andri.

“Pada saat lebaran tempat bilang ‘mama, uangku dikumpulin, tapi disumbangin aja buat Covid. Kasian banyak diantara kita yang membutuhkan’, gitu. Belakangan kami menyerahkan uang tersebut ke UNAIR melalui Puspas, ” kata pendahuluan Ibunda Naura.

Sebelumnya, Naura pernah melihat tayangan dalam televisi tentang banyak rumah melempem rujukan Covid-19 yang kewalahan & kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Naura merasa kasihan karena lonjakan jumlah pasien Covid-19, namun panti sakit masih kekurangan APD.

“Waktu itu dia sejumlah, ‘Kasian banyak yang kekurangan. Pasiennya juga tambah banyak. Tempat tidurnya nggak cukup dan bajunya serupa nggak cukup. Nggak apa-apa uangku disumbangkan kesitu aja’, dia bilang begitu, ” ucap Andri.

Naura mengaku senang dapat memberikan bantuan tersebut. Hal itu tentu memberikan semangat baru serta inspirasi bagi masyarakat untuk tak menyerah pada keadaan. “Naura tadi bilang ‘semoga pasiennya lekas sembuh dan Covid cepat pulang’, begitu, ” pungkas Andri. (ted)