Bacabup Banyuwangi Bunda Ratu Satiyem Pasti Corona

Banyuwangi (beritajatim. com) – Salah satu bakal calon bupati Banyuwangi Bunda Permaisuri Satiyem mengaku terpapar Corona Virus Disease (Covid 19). Saat ini yang bersangkutan mengaku dirawat pada RSUD Genteng.

Bacabup yang sempat maju melalui salur independen ini menyampaikan kondisinya di dalam status WhatsApp. “Hari ini buatan swab keluar dan aku positif covid 19, ” katanya.

Dalam tulisannya, Satiyem mengaku masyarakat tidak perlu takut. Dirinya juga menyebut siap menjadi menghiraukan dan edukasi untuk memutus ceroboh rantai penyebaran Covid 19.

“Tulisan ini bertahap sebab banyak hal yang harus disampaikan kepada masyarakat agar penyebaran covid dapat ditekan dan dikendalikan, ”

“Juga agar tak ada pobia atau ketakutan dengan berlebihan yang justru berdampak tak baik bagi masyarakat, ” ujarnya.

Ia menyebut, anak obat positif Covid 19 bukan rendah. Meskipun demikian, penularannya memiliki sebab tersendiri.

“Namun kondisi awak lemah, sehingga virus mudah seluruhnya masuk, ”

“Di dalam tubuh akan terjadi pertentangan terhadap virus Covid 19. Jika imunitasnya bagus, tubuh akan mampu mengatasinya, ” ungkapnya.

Satiyem menyebut, tidak hanya dirinya saja yang terpapar Corona. Tapi, suaminya menjadi pasien positif bertambah dulu.

“Saat itu saya dan suami sama-sama dirawat di ruang isolasi RS Alhuda Genteng, ” katanya.

Mantan Kasubag Humas Pemkab Banyuwangi ini juga menyebut awal keduanya terpapar Covid 19.

“Awal mula kami berdua tepat Covid mungkin saat kondisi tidak fit, pikiran dalam kondisi tidak baik sehingga lalai makan serta kami kehabisan bubuh wuwuh di perjalanan jauh, ”

“Meski dalam iklim drop bapak masih terus berlaku siang di kantor pengadilan, suangi masih membuat putusan, ” terangnya.

Sementara itu, Rangkai Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Banyuwangi merilis data adanya penggandaan tiga pasien terkonfirmasi positif. Jadi total ada 76 orang dengan dinyatakan positif.

Biar demikian, tidak menyebut salah seorang yang menjadi pasien terkonfirmasi. “Untuk identitasnya kita tida bisa sebutkan, karena memang sesuai dengan SOP yang ada identitas pasien COVID-19 tidak boleh dipublis, ” membuka Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dr. Widji Lestariono. [rin/but]