Bendera Dibakar, Pengamat: PDIP Sudah Benar Tempuh Jalur Hukum

Bendera Dibakar, Pengamat: PDIP Sudah Benar Tempuh Jalur Hukum

Surabaya (beritajatim. com) – Pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam ulah massa yang menolak Rancangan Peraturan Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR, Rabu (24/6/2020) lalu, layak dibawa ke ranah hukum.

Pernyataan itu dikatakan pengamat hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Emanuel Sujatmoko saat dihubungi, Minggu (28/6/2020).

“Layak dibawa ke lembah hukum. Karena bendera PDIP dibawa demonstran, bukan sudah ada pada tempat itu. Artinya, sudah dipersiapkan. Ada unsur kesengajaan, ” katanya.

Itu menyusul pelaporan PDIP Kota Surabaya ke Mapolrestabes Kota Surabaya, Jumat 25 Juni 2020 lalu. Pelaporan yang pas dilakukan di berbagai daerah, termasuk DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebelumnya menyingkirkan Perintah Harian tertanggal 25 Juni 2020. Salah satu pointnya menegaskan, PDI Perjuangan akan menempuh carik hukum terkait pembakaran bendera partainya itu.

Dia menghargai, langkah PDIP menempuh jalur lembaga sudah tepat, daripada menggelar kesibukan jalanan yang berlarut-larut dalam meyikapi insiden pembakaran bendera tersebut.

“Saya rasa sangat betul, PDIP menuntut secara hukum. Karena bendera adalah lambang partai kebijakan. Jadi, sama saja melakukan ejekan terhadap partai politik, ” ungkapnya.

Dosen Fakultas Hukum Unair ini menambahkan, sebagai partai besar serta sudah malang melintang dalam pergulatan politik, PDIP diakui secara konstitusional Undang-undang. Maka, pembakaran bendera sama saja masuk dalam kasus penghinaan kepada partai politik.

“Pembakaran bendera jelas masuk dalam peristiwa penghinaan terhadap partai, ” ujarnya.

Dan, langkah PDIP dengan melaporkan ke pihak kepolisian, menurut dia, sudah sesuai koridor hukum. “Tinggal menunggu hasil pengkajian pihak kepolisian. Apakah pembakaran standar tersebut ada pihak yang mendalangi, atau sikap spontan dari demonstran. Sekali lagi, kalau bendera tersebut dibawa oleh demonstran, ada kecurigaan punya motif kesengajaan dari demonstran, ” pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi pengabuan bendera PDIP terjadi di sedang demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dalam depan Gedung DPR, Rabu (24/6/2020) lalu.

Belum diketahui siapa yang membakar bendera PDI Perjuangan. Saat itu yang diakui oleh massa pendemo, yang dibakar adalah bendera bergambar palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). [tok/but]