Besar Puskesmas Positif, 5 Nakes Reaktif, Puskesmas Trowulan Masih Buka

Besar Puskesmas Positif, 5 Nakes Reaktif, Puskesmas Trowulan Masih Buka

Mojokerto (beritajatim. com) – Kepala Puskesmas Trowulan dinyatakan pasti Covid-19 pasca dilakukan uji swab, sementara lima tenaga kesehatan (nakes) hasil rapid test diketahui reaktif. Namun pelayanan di Puskesmas Trowulan masih buka hingga, Jumat (7/8/2020).

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko membenarkan, kalau Kepala Puskesmas positif dan lima nakes reaktif. “Ndak papa. Sudah diisolasi, tidak menggangu pelayanan. Diupayakan tidak mengganggu pelayanan di klub, ” ungkapnya.

Sedang kata mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, semua dikerjakan evaluasi agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Sehingga siapa dengan dinyatakan positif maupun reaktif lantaran hasil rapid test maka dilakukan isolasi maupun karantina.

“Segalanya dievaluasi, yo opo jalan e (bagaimana caranya) supaya tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Siapa yang harus diisolasi, siapa yang tidak. Pelayanan tetap jalan dengan pelayanan terbatas, tapi yang relasi dan lain-lain kita isolasi. Bila tidak ada penularan ya sudah, sebagian tertular ya kita menutup, ” katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko

dr Jat (panggilan akrab) menambahkan, dari enam orang para medis dan nakes tersebut baru diketahui yang dinyatakan positif dari hasil swab yakni Kepala Puskesmas Trowulan. Sementara lima orang nakes sedang menunggu hasil swab. Pasca diketahui rapid test reaktif, kelimanya melaksanakan uji swab.

“Karantina mereka, sambil menunggu hasil swab. Sudah di swab. Pokoknya epidemi seperti ini, jangan sampai umum tambah fobia dengan ini, kita hadapi tapi dengan protokol kesehatan. Kalau memang meragukan tidak dibuka, dievakuasi dulu. Sudah tidak apa-apa yang dibuka semua. Begitu caranya, ” jelasnya.

Agar tidak ada penularan Covid-19 di puskesmas lain dengan muncul kluster baru, lanjut dr Jat, untuk nakes dan para medis yang banyak bersentuhan dengan masyarakat pengguna layanan dilakukan evaluasi secara periodik. Menurutnya tidak hanya di tingkat puskesmas saja, namun juga di Rumah Sakit (RS).

“Belum tentu sekarang tidak apa, sebulan lagi tersentuh. Kan tidak tahu, nah kita evaluasi terus. Satu bulan sekali melihat kondisi, logistik juga dibutuhkan. Begitu saja. Semua termasuk RS maupun puskesmas, nakes dan para-para medis dilakukan evaluasi secara berkala, ” tegasnya. [tin/ted]