Bila Terpilih, Mas Dhito Manfaatkan Kaca Kantor Bupati untuk Pagelaran Halus

Kediri (beritajatim. com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono bakal memberi perhatian istimewa terhadap seni budaya asli Kediri. Bila terpilih dalam Pilkada 2020 kelak, pria 28 Tahun tersebut bakal membangun sebuah gedung kesenian.

“Rencananya akan kita bangun gedung kesenian yang bersebelahan dengan museum. Saat ini museumnya masih kita pikirkan konsepnya. Apakah menceritakan seluruh kesenian dan sejarah Kabupaten Kediri atau menjelaskan cerita Sri Aji Joyoboyo (Raja Kediri). Antara dua itu yang sedang kita matangkan, ” kata Hanindhito Pramono usai menghadiri Sarasehan Budaya Panji Guru Seni di Tempat Bulupasar, Kecamatan Pagu.

Putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu menyadari, besarnya potensi lembut budaya Kediri dari warisan kerajaan tua di Nusantara. Tetapi belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari negeri daerah.

Salah utama buktinya adalah pemilihan icon Kabupaten Kediri yakni, Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang tidak mencerminkan pada kearifan lokal.

Menurut Mas Dhito-panggilan akrab Hanindhito Pramono, perlu adanya regenerasi buat melestarikan dan mengembang seni adat Kediri. Untuk itu, dirinya berpetaruh kepada generasi muda agar mabuk dan bangga terhadap budaya asli Kediri, salah satunya Cerita Panji milik bangsa Indonesia yang diakui dunia. Cerita panji sebagai warisan budaya dunia dari Kediri dengan ditetapkan sebagai Memory of the World tertanggal 31 Oktober 2017.

“Selama ini budaya dan kesenian dikerjakan oleh generasi menengah ke arah. Hari ini memang, saya jika merangsang di generasi milinial, supaya tidak melulu melestarika budaya barat. Mereka harus sadar bahwa Kabupaten Kediri bisa berdiri seperti itu karena budayanya yang kuat, lupa satunya adalah Sri Aji Joyoboyo. Kemudian termasuk disampaikan oleh Ki Dalang Harjito, bawah Kabupaten Kediri punya wayang krucil, patut dilestarikan, ” tambah Mas Dhito.

“Sebenarnya selain wayang krucil, ada wayang gedeg dan banyak sekali. Saya perlu menginventarisi, mulia persatu yang memang betul-betul menjelma ciri khas budaya Kabupaten Kediri. Maka bila saya terpilih, 9 Desember 2020 nanti, saya mau di Kantor Kabupaten Kediri pada halaman depan itu yang pas luas, kita adakan pagelaran seni setiap bulannya, ” janji Akang Dhito.

Dalang Wayang Krucil Ki Harjito mengatakan, dalam rangka melesatarikan seni budaya tak lepas dari proses regenerasi. Supaya kesenian dan kebudayaan tidak dianggap kuno dan menjadi kebanggaan, di dalam generasi milenial maka harus dikemas secara modern.

“Bagaimana membawa Cerita Panji ke zaman sekarang dengan tanpa meninggalkan etika. Misalkan Cerita Panji seperti barang apa, biar orang dulu. Misalkan dibuat kaus, biar orang mengena. Kemudian Wayang Krucil itu seperti apa. Dikemas lebih modern. Bisa secara membuat animasi, atau cerita fiksi tentang Panji, ” terang Ki Harjito.

Ki Harjito optimis, apabila pemerintah daerah giat menggelar even-even kesenian, maka buah hati terhadap seni budaya Kabupaten Kediri bakal tumbuh. Sehingga kelak, budaya asli Kabupaten Kediri dapat dipatenkan menjadi warisan yang membanggakan. [nm/ted]