Diduga Jatuh dari Kamar Mandi, ABK Ditemukan Meninggal di Kapal

Tuban (beritajatim. com) – Sebesar Anak Buah Kapal (ABK) serta juga pekerja yang ada pada area pelabuhan khusus yang ada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dikagetkan dengan adanya seorang ABK yang ditemukan sudah tidak bernyawa di atas kapal tersebut.

ABK dengan ditemukan sudah tidak benyawa tersebut diketahui bernama Sugito (52) asal Desa Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Naggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Korban terlihat meninggal dunia oleh teman-teman objek berada di dalam kamar mandi kapal tug boat itu.

Data yang dihimpun beritajatim. com, mayat seorang ABK itu perdana kali ditemukan oleh teman-teman sesama ABK dari kapal yang bersandar di pelabuhan khusus itu. Korban meninggal dunia itu diketahui jadi chief officer di kapal tug boat milik PT Moda Global Maritim itu.

“Kita mendapatkan laporan ada orang wafat dunia di dalam kamar mandi pesawat Tug Boat Dewi Harbour. Kemudian kita langsung datang ke wadah kapal itu bersandar, ” sah AKP Rukimin, Kapolsek Jenu, Polres Tuban.

Petugas kepolisian yang datang di lokasi langsung melakukan pendataan korban yang terlihat sudah tidak bernyawa itu. Selain itu petugas juga masih menyatukan keterangan para saksi dari teman-teman korban yang berada di pesawat itu guna mengetahui penyebab nyata kematian korban.

“Berdasarkan keterangan awal diduga korban meninggal akibat terjatuh sebab kamar mandi. Namun, untuk pengantara pastinya masih belum bisa diketahui, ” tambah AKP Rukimin dengan langsung terjun di TKP kreasi mayat di atas kapal itu.

Sementara itu, tenggat berita ini di tulis petugas kepolisian masih belum melakukan evakuasi terhadap jenazah dari ABK yang meninggal dunia mendadak di atas kapal tersebut.

Pasalnya, petugas masih menunggu tim untuk melakukan evakuasi korban yang bakal dilakukan sesuai SOP yakni secara menggunakan APD lengkap guna menyekat hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini masih belum dilakukan evakuasi masih menunggu tim. Setelah proses evakuasi jenazah mau di bawa ke rumah kecil untuk proses penyelidikan lebih tinggi, ” paparnya .[mut/ted]