Diterjang Badai, Total 7 Kapal Nelayan Tuban Rusak Parah

Tuban (beritajatim. com) – Akibat terjadinya cuaca buruk berupa badai tidak kecil dan juga gelombang besar yang terjadi di kawasan Pantai Utara Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban membuat sejumlah Kapal Motor (KM) milik nelayan di wilayah tersebut mengalami rusak parah, Minggu (10/5/2020).

Sedikitnya ada tujuh kapal dengan yang mengalami rusak parah dan sempat tenggelam saat diterjang badai angin dan gelombang besar itu. Proses evakuasipun berlangsung selama beberapa jam untuk berusaha menyelamatkan kapal yang tenggelam dan kondisinya masih bisa untuk diperbaiki.

Pantauan beritajatim. com di lapangan, puluhan nelayan yang wujud di kawasan TPI Palang, Kecamatang Palang, Tuban itu saling gotong royong untuk membantu evakuasi kapal yang tenggelam. Proses evakuasi kapal yang tenggelam itu dilakukan oleh cara menariknya dengan menggunakan kapal lainnya.

“Sampai dengan sore inimasih wujud tiga yang belum bisa dievakuasi, karena rusaknya parah. Satu kapal ini ditarik dengan tiga kapal sekaligus masih belum bisa, ” jelas Iful (42), salah satu warga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Menurut Abdul Suhud, yang merupakan pengurus dari Rukun Nelayan (RN) di wilayah tersebut menyatakan bahwa badai angin kencang itu terjadi di kawasan pantai tersebut selama sekitar satu jam lebih. Dengan kondisi panik, para pemilik kapal sudah berusaha buat menyelamatkan kapal-kapal yang sedang sandar itu.

“Kejadian angin itu sekitar satu jam setengah. Karena diterjang angin dan gelombang itu jangkarnya tidak kuat kemudian kena batu. Total ini yang tenggelam ada sebanyak tujuh kapal, ” jelas Abdul Suhud, ketika berada di Pelabuhan TPI Palang, Kecamatan Palang, Tuban.

Adapun untuk tiga kapal yang kondisinya mengalami kerusakan paling parah dari peristiwa tersebut adalah Kapal Motor milik Likin, Ngatelan serta milik Lanang. Masing-masing kapal tersebut mengalami pecah pada bagian lambung kapal hingga mengakibatkan kapal susah untuk dievakuasi.

Sementara itu, menurut Lanang, yang adalah salah satu korban kapal tenggelam itu mengaku jika kondisi kapalnya sudah tidak bisa diperbaiki lagi dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga mereka sebatas berusaha menyelamatkan barang-barang dan mesin kapal yang masih bisa untuk diambil supaya masih bisa dimanfaatkan lagi.

“Kalau terkait mau diperbaiki jelas sudah tidak mungkin mas, lebih mahal proses perbaikan dari pada buat kapal baru. Ini kita ambil yang masih bisa diselamatkan, ” pungkas Lanang, pemilik kapal yang tenggelam di pantai tersebut. [mut/kun]