Doa dengan Gerakan Freestyle, 5 Remaja Sampang Diamankan Petugas

Sampang (beritajatim. com) – Lima remaja inisial S, F, SY, D dan F warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, eminta maaf kepada publik atas perbuatanya melakukan salat dengan menetapkan kaki ke atas lalu (freestyle) mengungah video itu ke media sosial hingga viral dan menuai tuduhan dari nitizen.

Kapolsek Banyuates AKP Dodi Pratama mengatakan, pihaknya mengamankan lima remaja itu, secara bergerak senyap bersama Perhimpunan Ulama Indonesia (MUI) setempat. “Kelima remaja tersebut melaksanakan permintaan maaf secara tercatat yang disaksikan Kepala Tempat, tokoh agama, tokoh masyarakat tak terkecuali para orang tua, ” terang Dodi, Senin (26/4/2021).

Lanjut Dodi, pihaknya mengimbau kepada klub untuk tidak mempermainkan doa. Sebab, kasus serupa bisa digiring ke ranah asas. Tetapi, atas kebijaksanaan para-para tokoh, pelaku hanya diminta untuk meminta maaf kepada publik dan tidak mengulangi perbuatanya. “Karena sesepuh kita MUI tidak menempuh belang hukum maka kita patuhi, ” tandasnya.

Sekadar diketahui, aksi kelima remaja tersebut dilakukan di dalam musala dan mengabadikan dengan kamera ponsel berdurasi sekitar 13 detik. Di dalam adegan yang diperagakan lima remaja tersebut, terlihat seperti melaksanakan salat berjamaah, kepala berada di depan serta tiga di belakang.

Namun, saat sujud sang imam kakinya langsung dinaikkan ke atas, seakan melakukan freestyle dan diikuti beberapa remaja yang ada di belakang. [sar/suf]