Formal, Banyuwangi Keluarkan SE Batasi Aktivitas Warga

Banyuwangi (beritajatim. com) – Meningkatnya penyebaran Covid-19 membuat Satuan Suruhan (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi kembali mengeluarkan surat informasi (SE) terkait pengendalian kegiatan kantor pemerintahan, pusat ekonomi, dan aktivitas masyarakat dengan umum.

“Demi kebaikan bersama, yang pertama tentu kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tapi serupa harus diiringi ikhtiar, yaitu protokol kesehatan dan beberapa kebijakan pengendalian yang sudah kami susun bersama Kapolresta, Dandim, Danlanal, Kajari, Pemimpin Pengadilan, ” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, seusai rapat Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Kamis (24/6/2021).

Pihaknya juga meminta agar semua pihak dapat berkerjasama buat turut menangani kasus ini. “Kami memohon doa & dukungan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, karena penanganan pandemi ini kuncinya ada kebersamaan kita semua, terutama dalam menegakkan protokol kesehatan, ” imbuh Ipuk.

Rapat dihadiri Pemangku Bupati Sugirah, Dandim 0825 Letkol Yuli Eko Purwanto, Wakapolresta AKBP Didik Hariyanto, Danlanal Letkol Eros Wasis, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, dan perwakilan Forkopimda, serta seluruh Camat dan kepala desa/lurah secara virtual.

SE itu dengan resmi ditandatangani Satgas Covid-19 yang terdiri atas Kepala, Bupati Banyuwangi dan para-para wakil ketua yakni Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu, Dandim 0825 Letkol Yuli Eko Purwanto, Kepala Kejaksaan Jati Mohammad Rawi, dan Danlanal Letkol Eros Wasis.

SE mengatur jarang lain jam operasional pusat-pusat ekonomi, seperti destinasi wisata, restoran dan warung dahar, pusat perbelanjaan, dan gardu modern. Juga mengatur penyekatan dan pengendalian di tempat usaha, perkantoran, pendidikan, tempat ibadah, juga pengaturan penyelenggaraan kegiatan keagamaan, hajatan, halus, dan pertemuan. [rin/suf]