Gubernur Khofifah: Masih Banyak yang Bertualang, Harus Ditindak

Gubernur Khofifah: Masih Banyak yang Bertualang, Harus Ditindak

Surabaya (beritajatim. com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyayangkan situasi Kota Surabaya yang semakin tinggi angka positif virus corona. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai mewujudkan operasi gabungan bersama di 3 wilayah di Jatim.

Khofifah menyebutkan wilayah Kota Surabaya sudah mencapai 495 orang membangun. Jika dibandingkan dengan Jawa Barat di Bandung 189 orang, Depok tereduksi 73 dan Bogor 83. Harapannya jika PSBB ini efektif, maka tak perlu ada sambungan penerapan PSBB.

“Memang mengajak masyarakat untuk patuh serta disiplin itu sulit. Maka sebab itu saya bersama tim gabungan dari Pemkot, Kepolisian, TNI & Pemprov berpatroli agar melihat bagaimana kondisi di lapangan. Benar sungguh masih banyak yang berkeliaran & harus ditindak, ” jelasnya kepada jurnalis di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/4/2020).

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, jika masyarakat makin sadar kedisiplinan mencegah penyebaran virus corona, maka akan semakin segera mendukung membaiknya pergerakan sektor ekonomi di Kota Surabaya. Oleh sebab itu pihaknya bersama tim ikatan mengucapkan apresiasi buat warga yang patuh dan disiplin penerapan PSBB.

Sementata itu menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Luky Hermawan mengatakan, pihaknya menerapkan sanksi tegas buat pelanggar Pembasatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jawa Timur.

Menurutnya, penerapan saksi hukuman penjara ini disiapkan mengingat wilayah Surabaya dan kondisi kota juga semakin menghawatirkan. Oleh sebab itu kepolisian bersama jaksa dan juga Pemerintah Kota akan menerapkan saksi UNDANG-UNDANG Karantina Kesehatan pasal 216 & Pasal 93 dengan ancaman balasan penjara maksimal 1 tahun.

“Bagi yang kejaring ops nantinya akan di periksa kesehatannya dan di tahan 1 x 24 tanda. Selanjutnya akan dilakukan penerapan hukuman dari teguran sampai pada pengurungan. Langkah ini bisa diambil kepolisian pada derah tertentu dan di kondisi tertentu di masa pandemik corona ini, ” jelas Kapolda Jatim.

Seperti yang dipaparkan Kapolda Jatim, setidaknya ada 24 warga Sidoarjo, 65 warga Gersik dan 82 warga Surabaya terjaring operasi gabungan penegakan PSBB di Kota Surabaya, Sabtu malam hingga Minggu (3/5/2020) dini hari. Dari semua warga yang diamankan petugas akan dilakukan penahanan satu x 24 jam. Petugas juga sudah menyiapkan kebutuhan pangan dan tempat isolasi. [man/suf]