Hanindhito Pramono Bakal Rancang Grand Desain Desa Wisata di Kediri

Hanindhito Pramono Bakal Rancang Grand Desain Desa Wisata di Kediri

Kediri (beritajatim. com) – Delapan bulan turun ke bawah (turba), Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menangkap berbagai hal, lupa satunya potensi wisata yang tersedia di desa. Untuk mendukung perkembangannya, ia bakal merancang sebuah grand desain program inovasi desa wisata di Kabupaten Kediri.

“Saya selama 8 bulan non stop turun ke bawah, tahu potensi wisata di desa-desa. Kebanyakan sumber air. Tetapi yang saya lihat, desa ini masih sendiri, perlu ada pengelolaan khusus serta perlu master plane, ” sekapur Mas Dhito, panggilan akrab Hanindhito Pramono.

Apabila putra Seskab Pramono Anung itu terbatas sebagai Bupati Kediri, pada 9 Desember 2020 mendatang, dirinya mau merancang grand desain program Tempat Inovasi Wisata di Kabupaten Kediri. Untuk menarik pengunjung, masing-masing obyek wisata akan dilengkapi dengan rencana tentang asal usulnya.

Menurut Mas Dhito, di mengembangkan sebuah obyek wisata tersedia dua hal yang wajib diperhatikan. Pertama adalah aksebilitas tempat wisata tersebut. Ketersediaan infrastruktur jalan dan penerangan yang memadai.

Kedua, lanjut Mas Dhito, bagian aminitas. Yaitu, kesiapan warganya di pengelolaan dan mendukung tempat wisata tersebut. Ia mencontohkan Sumber Songo di Dusun Bangunrejo Desa Pranggang, Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini bangsa sekitar terlibat aktif di dalamnya.

“Untuk kesiapan warga pada Sumber Songo inu saya tahu mereka sudah siap, tinggal kehadiran Pemkab Kediri untuk memberikan infrastruktur yang dibutuhkan, ” tambah pria 28 tahun.

Pada Wilayah Kecamatan Plosoklaten, Mas Dhito blusukan ke Sumber Songo, tahu keramba ikan di Desa Pranggang dan melihat usaha Frozen Sirsak Plosoklaten. Ia sempat menaiki perahu bersama masyarakat di sumber lupa air tersebut.

Sumber Songo merupakan satu dari 9 destinasi wisata di Desa Pranggang. Sumber ini memiliki luas sekitar 15 hektar yang masih berpotensi untuk dikembalikan lagi.

Tempat wisata berbasis sumber gegabah air ini sekaligus ladang memeriksa makan bagi masyarakat sekitar. Sbab, sekitar 30 warga memanfaatkan minuman sumber untuk budidaya ikan tirta tawar dengan sistem keramba.

Warga tergabung dalam KUB (Kelompok Usaha Bersama). Kendati daya tersebut bersifat sampingan, tetapi pas membantu perekonomian warga. Masyarakat menghendaki pembangunan jembatan penyeberangan untuk memudahkan pengunjung dalam berlibur. Untuk tersebut, mereka mengajak Mas Dhito untuk melihat langsung serta mencoba menunggangi perahu.

Sarana Sekoci itu menjadi embrio lahirnya wisata Sumber Songo yang diharapkan oleh warga. Karena gagasan lainnya adanya fasilitas pendukung berupa warung, mengikuti tempat untuk memasarkan ikan hasil budidaya, serta sarana kolam pemancingan. [nm/kun]