Hidup Terpidana Korupsi Pasar Manggisan: Majikan Suami Saya Kok Tidak Bersalah?

Hidup Terpidana Korupsi Pasar Manggisan: Majikan Suami Saya Kok Tidak Bersalah?

Jember (beritajatim. com) – Maya Dwi Juliastrantri, istri M Fariz Nurhidayat, terpidana korupsi Pasar Manggisan, menilai vonis majelis ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa (15/9/2020), tidak adil.

Maya mempertanyakan vonis bebas untuk Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, Direktur PT Maksi Solusi Engineering, konsultan perencana Pasar Manggisan, dengan juga atasan Fariz. Sementara Fariz divonis lima tahun penjara, dam Rp 200 juta subsider perut bulan. Dia juga diharuskan membalas uang pengganti Rp 90 juta.

“Itu sangat tak adil, sangat tidak manusiawi. Zaman pemeriksaan terdakwa sudah jelas kalau Pak Dodik bilang PT Maksi itu miliknya. Sementara Mas Fariz karyawannya. Semua desain dari Bungkus Dodik. Ketika ada masalah, kok pimpinannya yang bebas. Padahal pada mana-mana yang bertanggung jawab adalah direktur, bukan karyawan, ” prawacana Maya.

“Semua sudah jelas. Kenapa hasil vonisnya seperti ini? Tidak terang saya, ada apa di pulih semua ini kok sampai hasilnya seperti ini, ” kata Imajiner, terisak.

Saat vonis untuk Fariz dijatuhkan kemarin, Imajiner sedang berada di Kediri. “Saya kebetulan ada kepentingan. Mas Fariz ada di lapas. Kami seluruh syok. Saya mendapat kabar ini dari kuasa hukum, ” katanya.

Maya akan mengajukan banding untuk sang suami. “Saya akan memeriksa keadilan seadil-adilnya. Saya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum, karena itu sangat tidak adil. Tidak ada kerugian negara. Saksi ahli sudah mengatakan, bahwa kerugian murni dihitung dari hasil pengerjaan fisik, bukan dari perencanaan atau pengawasan, ” katanya. [wir/ted]