Hujan Sepanjang Malam, Jembatan Hubungkan dua Desa di Ponorogo Putus

Ponorogo (beritajatim. com) – Abu yang mengguyur Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko sepanjang Minggu (1/11) malam membuat kira-kira titik di desa tersebut menikmati longsor.

Mulai dari jalan yang menghubungkan desa setempat dengan Desa Klepu tertutup material longsor, talud ambrol dan terbis kecil-kecil yang menimpa rumah, namun tidak parah.

“Hari Senin (2/11) kemarin, warga tempat kerja bakti membersihkan material longsoran dibantu dari BPBD dan Muspika Kecamatan Sooko, ” kata Kepala Desa Ngadirojo Pamuji, Selasa (3/11/2020).

Selain itu juga ada jembatan yang menghubungkan dua kampung juga putus, karena hanyut terbawa derasanya aliran sungai waktu tersebut. Alhasil, ada beberapa warga yang berada di dua RW pada Dusun Karangrejo yang terisolasi. Pamuji menyebut, sebenarnya ada jalan pilihan dengan memutar lewat Desa Suru. Namun itu jaraknya sampai 3-4 lipat jauhnya.

“Jadi warga dua RW yang terisolasi itu harus memutar jauh untuk datang ke balai desa saya, ” katanya.

Hujan deras sepanjang Minggu malam tersebut, membuat Pamuji memprediksi akan ada bencana di desanya. Maka sejak itu, dirinya mengingatkan kepada para-para kepala dusun (kasun) untuk jadi siaga, karena berpotensi terjadi bahaya akibat hujan lebat tersebut.

“Saya sudah prediksi, sebab hujan tidak reda-reda kemungkinan ada musibah. Dan ternyata benar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, ” pungkasnya. (end/ted)