HUT PT Pertamina Patra Niaga, Talk With Covid-19 Survivor

Surabaya (beritajatim. com) – PT Pertamina Patra Niaga menggelar Talk With Covid-19 Survivor, Senin (1/3/2021). Kegiatan Talkshow ini digelar pada rangka HUT PT Pertamina Patra Niaga ke-24 sekaligus upaya Patra Niaga untuk terus memperkuat kewaspadaan dan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat khususnya untuk para-para Perwira Patra Niaga.

Talkshow ini menghadirkan 3 penyitas Covid-19 lantaran PT Pertamina Patra Niaga, yakni Irma Yunita, sebagai Adm & Secretary New Venture Division, Dinda Rizky Lubis, selaku Mgr. corp. management system Dept, dan Moch. Toriq selaku Vice President Fleet Management Subholding C & T. Masa ke tiga penyitas mengucapkan bahwa perjuangan melawan Covid-19 dalam dirinya merupakan cara yang luar biasa.

Moch. Toriq menceritakan bahwa pengalamannya zaman terjangkit Covid-19, merupakan kemahiran hidup dan mati. Moch. Toriq yang pertama kala didiagnosis terjangkit dan pasti Covid-19 Tanpa Gejala atau (OTG) pun ternyata harus dirawat intensif selama 26 hari lamanya. Moch Toriq mengalami penurunan kondisi dengan signifikan.

“26 hari di ruang ICU, kita seolah olah nyawa tinggal sedikit, semuanya maka berat yang kita mampu lakukan adalah ikhitar paling keras, dengan minum obat disiplin, makan apapun dengan ada dimakan semua, seorang diri, berserah diri kepada Tuhan se tulus-tulusnya, ” ujar Much Thoriq.

Mengalami penurunan kondisi yang signifikan, Moch Thoriq pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tenaga medis saat ia menjalani perawatan.

“Saya bersyukur kepada tenaga medis yang sangat tinggi pengabdianya, dokter dan perawat yang selama tersebut selalu senyum dan ikhlas, merawat pasien yang bahkan tidak bisa apa-apa, dengan sudah pasang kateter & bahkan tidak bisa ke kamar mandi sendiri, ” tambahnya.

Penyitas lainnya, Rizky mengatakan bahwa dari awal hanya mengalami gejala ringan menjadi benar berat hingga menjalani pembelaan intensif di Unit Mendesak Darurat Modular, dikarenakan ketakutan berlebiham. Rizky pun mengucapkan bahwa pengalamannya bisa menjadi contoh, yakni ketakutanlah dengan menjadi faktor paling besar dalam membuat kondisi fisik mengalami drop.

“Ketika waktu masuk IGD modular RSPP, masuk dalam pelataran saja sudah serem, masuk ruangan di wing 2, saat itu tiba-tiba dengar suara batuk, imun langsung turun. Di situlah saya sadar, kalau kita bentuk ketakutan dari introduksi, kita akan drop, ” tukas Rizky.

Dengan semua pengalaman dengan dilalui oleh para penyitas Covid-19 PT Pertamina Patra Niaga, Kegaiatan ini mensyarakatkan bahwa Covid-19 ini telah menjadi satu momentum yang sangat patut untuk terus diwaspadai, terlebih setiap petunjuk dan proses penyembuhan yang dialami masing penderita tidak sama. dr. Arif Sepi Mustikaningrum, MKK sebagai sinse narasumber pun mengatakan kalau pada dasarnya Covid-19 mempunyai seribu satu wajah.

“Gejalanya macem, peradangannya gak hanya di paru tapi juga di multi organ. oleh karenanya isyarat dan perawatannya pun bermacam-macam, oleh karenanya di masa saat ini kita harus selalu waspada tetapi kudu tetap happi dan tida stress, jika ada fakta seringan apapun untuk pasti diperhatikan dan diberikan pembelaan seperti obat untuk gejalanya, ” terang dr Sepi.

Dengan Talkshow ini pun diharapkan masyarat untuk tidak memberikan ciri negatif kepada para penyitas Covid-19. dr Hening kendati menegaskan bahwa tidak tersedia resiko apapun yang agak-agak terjadi jika para penyitas Covid-19 kembali beraktifitas dalam tengah masyarakat.

“Mereka yang pernah terjangkit Covid-19 itu saat sudah dinyatakan negatif itu maka antibodinya kendati sudah terbentuk, tidak tersedia sisa-sisa yang virus akan menjangkiti orang lainnya, ” terang dr Hening.

“jangan sampai mendirikan asumsi bahwa penyitas covid-19 tidak bisa berkumpul dan beraktivitas kembali ditengah umum. Bahkan penyitas juga bisa menolong untuk membantu karakter lain yang terkendala dengan donor plasma, ” mengakhiri Rizky. [adg/but]