Itu Titik Banjir di Pamekasan

Itu Titik Banjir di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim. com) – Petaka banjir yang terjadi di kabupaten Pamekasan, Jum’at (18/12/2020) malam. Mendatangkan sebanyak 9 (sembilan) desa/kelurahan pada dua kecamatan berbeda menjadi titik utama bencana alam akibat luapan sungai di wilayah setempat.

Berdasar data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, bencana banjir terjadi di tiga desa dan enam kelurahan berbeda. Meliputi Desa Jalmak & Desa Nyalabu Laok, Kecamatan Pamekasan (Kota), serta Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu.

Enam kelurahan lainnya meliputi Kelurahan Barurambat Timur (Pademawu), Bugih, Gladak Anyar, Jungcancang, Parteker, serta Kelurahan Patemon. Seluruh wilayah tersebut tergenang banjir akibat intensitas hujan keras di wilayah pantura.

“Data sementara provinsi yang mengalami banjir di kecamatan Pamekasan (Kota), meliputi Desa Jalmak dan Nyalabuh Laok, serta Kelurahan Bugih, Gladak Anyar, Jungcancang, Parteker dan Patemon, ” kata Besar BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, mencuaikan Kasi Kesiapsiagaan, M Afandi, Minggu (20/12/2020).

Sedangkan bintik banjir di Kecamatan Pademawu, cerai-berai di satu desa dan mulia kelurahan. Masing-masing Desa Sumedangan, mengikuti Kelurahan Bartim. “Titik banjir pada Kecamatan Pademawu, yaitu di Dukuh Sumedangan dan Kelurahan Bartim, ” ungkapnya.

“Berdasar petunjuk tersebut, fenomena banjir hampir lengkap di wilayah perkotaan, khususnya yang berdekatan dengan Kali Jombang maupun Kali Simajid. Bahkan ketinggian minuman sekitar 1 setengah meter kaya di Kelurahan Patemon, termasuk kira-kira 80 rumah di Gladak Segar terendam dan sekitar 33 sendi terendam air katagori berat, ” jelasnya.

Seperti diketahui, bencana banjir mulai mengepung provinsi perkotaan Pamekasan sejak sekitar jam 19: 30 WIB, Jum’at awut-awutan. Sementara puncak banjir mulai menggenangi rumah warga secara luas di Sabtu (19/12/2020), menyusul intensitas hujan di wilayah pantura Pamekasan, terus berlanjut hingga dini hari. [pin/kun]