Jam Kerja 8 Jam, Kuli Angkut Pasar Keputran Bisa Raup 6 Juta per Bulan

Surabaya (beritajatim. com) – Dalam tengah hiruk pikuk malam yang mulai larut di Kota Surabaya, Kus masih harus tetap keras. Maklum saja, mulai bekerja pada sekitar pukul 19. 00 WIB, pria yang berusia pertengahan 40-an itu biasanya baru selesai hidup pada pukul 03. 00 WIB.

Kus adalah kepala dari banyak kuli angkut yang siap membantu transaksi jual beli di Pasar Keputran Surabaya. Biasanya, Ia membantu para supplier daun mayur yang hendak mengirimkan sayuran dalam jumlah besar bagi distributor Pasar Keputran. “Saya sudah disini sejak sekitar 10 tahun lah. Dulu sebelumnya serabutan saja di kampung. Di Probolinggo, ” prawacana Kus di sela aktifitas kerjanya.

Pria berkumis ini mengatakan jika kuli angkut dalam pasar induk besar di Tanah air Pahlawan sudah terstruktur dengan apik. Para kuli angkut sudah terbagi menurut sayur-mayur yang datang dan pergi. “Kalau saya sendiri biasanya angkut tomat, ” ujarnya. “Yang cabai gitu ada sendiri. Kubis juga. Tapi kadang ada serupa juragan-juragan besar yang punya langganan kuli angkut sendiri, ” tinggi Kus.

Sekali mengambil, Kus mendapatkan upah 5 mematok 7 ribu rupiah dari pelanggannya. Jika diberi 10 ribu, taat Kus hal itu adalah berkah tersendiri. “Nominal segitu biasanya untuk angkat tomat 1 boks yang beratnya sekitar 50-100 kilogram, ” paparnya.

Dalam sehari, dengan jam kerja sekitar 8-9 jam, Kus mengaku bisa menyabet upah hingga 200 ribu rupiah. “Tapi kalau kuli angkut pantas banyak yang masuk kerja, sungguh sekitar 150an ribu lah Akang, ” Ia berkisah.

Terkait hari kerja, pria dengan mengaku memiliki dua istri tersebut mengatakan jika dirinya tak kurang harus bekerja 7 hari di seminggu. “Jadi kadang ambil liburan itu setelah berapa bulan kerja gitu. Lalu pulang ke zona 1-2 minggu, ” ujar Kus.

“Satu bulan suntuk 6 juta lah biasanya sanggup. Rata-rata sekitar 5 juta penyerapan lah. Bisa untuk menghidupi dua istri dan 4 anak, ” pungkas Kus sembari kembali melanjutkan pekerjaannya. [ifw/kun]