Karaoke di Malang Boleh Buka Asal Syariah, Tanpa Miras dan Tetap Jaga Jarak

Malang(beritajatim. com) – Komisi D DPRD Kota Malang menerima aspirasi sebab Perhimpunan Pengusaha Karaoke dan Per Malam (Perkahima) Malang. Aspirasi tersebut soal, izin dibuka kembali operasional usaha dunia malam di Kota Malang. Tempat karaoke di Sebal memang ditutup selama pandemi Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi mengatakan, bahwa pelaku usaha dunia malam juga memiliki keluarga dan karyawan yang harus dihidupi. Makin laporan dari Perkahima Malang pekerja mereka mulai menjerit setelah kurang bulan tidak bekerja dan tidak mendapatkan upah.

“Tidak bisa bekerja sementara mereka tunggal punya anak istri punya rumpun mereka punya karyawan yang selalu harus dihidupi sehingga mereka berkomitmen bersama ingin bekerja kembali. Mereka juga sudah menyiapkan beberapa ruang isolasi ya nanti kesiapan itu, akan kita cek bersama-sama apakah benar bisa mereka terapkan, ” kata Ahmad Wanedi, Kamis, (30/7/2020).

Protokol kesehatan harus diterapkan, mulai lantaran pengukuran suhu, wajib cuci tangan, hingga menyiapkan tempat duduk serasi anjuran jaga jarak atau physicial distancing. Kemudian protokol kesehatan itu harus dijalankan secara tertib minus ada kompromi.

Dia menyebut, larangan keras bagi pelaku usaha hiburan malam bila balik di izinkan buka adalah tidak boleh menjual minuman beralkohol jenis apapun. Menurutnya, pelanggan yang terpengaruh oleh minuman beralkohol tentu suram untuk dikendalikan. Apalagi mematuhi aturan kesehatan. Untuk itu penjualannya dilarang keras.

“Kalau misalnya tempat karaoke dan hiburan maka tidak boleh ada penjualan minuman beralkohol jenis apapun tidak boleh. Sangat tidak mungkin orang yang terpengaruh minol lalu bisa melaksanakan physical distancing. Ya karaoke syariah, laki-laki jaga jarak jaga tertib santun, ” papar Ahmad Wanedi.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, bila pelaku daya hiburan malam sepakat maka itu akan menjebatani pertemuan dengan Pemkot Malang. Termasuk melakukan negoisasi pemberlakuan jam malam sesuai perwali Kota Malang. Dimana dalam aturan tersebut, semua tempat usaha diminta menutup pukul 21. 00 WIB.

“Kami juga komunikasikan secara Satgas Covid-19 Kota Malang. Tentu dalam waktu dekat kami hendak hearing. Jam malam kan pulul 21. 00 WIB sesuai perwali, nanti akan kita bantu maksimal pukul 23. 00 WIB, ” tandasnya. (luc/kun)