Kesibukan Keagamaan di Gresik Tetap Mengacu Pada PSBB Pertama

Gresik (beritajatim. com) – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II benar ada pengetatan. Tapi, untuk kesibukan keagamaan tetap mengacu pada PSBB tahap pertama. Tidak ada transisi.

Hal ini sebab saat perpanjangan PSBB lalu hidup informasi simpang siur yang meresahkan masyarakat.

Adanya keterangan Gugus Tugas memperbolehkan sholat berjamaah setelah dilakukan pembatasan membuat geger. Bahkan, tidak sedikit rumah ibadah yang sebelumnya tutup memilih kembali membuka jamaah.

Sebetulnya malam, Gugus Tugas bersama Forkopimda melangsungkan rapat dengan para alim ulama Kabupaten Gresik. Rapat pada ruang Grahita Eka Praja itu membahas soal pelaksanaan ibadah semasa PSBB II.

Tumenggung Sambari Halim Radianto menuturkan, selama ini antara PSBB pertama & jilid II ada kekuaturan suatu perubahan secara total. Perubahan tersebut memang untuk penambahan check point hingga ke desa dan penggandaan personil.

“Untuk kesibukan keagamaan telah disepakati berbagai bagian, memutuskan tetap mengacu PSBB mula-mula, ” tuturnya, Sabtu (16/05/2020).

Saat ditanya pelaksanaan takbiran dan Sholat Idul Fitri. Sambari menyerahkan lagi kepada Perbup nomor 12 tahun 2020 tentang PSBB.

“Kami mengacu perbup, sudah disepakati beriringan tidak ada perubahan dengan PSBB pertama, ” paparnya.

Sementara itu, dalam Perbup nomor 12 tahun 2020 berisi, semasa PSBB dilakukan pembatasan sementara kesibukan keagamaan di rumah ibadah & tempat tertentu. Sesuai perbup tersebut, pelaksanaan ibadah dilakukan di sendi masing-masing. (dny/ted)