Konjen RI Jeddah kepada Wisudawan Universitas Negeri Semarang

Konjen RI Jeddah kepada Wisudawan Universitas Negeri Semarang

Jeddah – Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Arab Saudi, Eko Hartono, mengajak para wisudawan Universitas Negeri Semarang (UNNES) agar jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

Ajakan itu disampaikannya pada sebuah pidato inspiratif pada acara pelantikan ke-103 secara daring yang berlaku Rabu, 9 September 2020.

Ditegaskan Konjen Eko Hartono, Indonesia adalah bangsa yang gembung baik dari sisi jumlah penduduk dan kekayaan alam dan budayanya. “Setelah berkeliling selama lebih sejak 30 tahun, saya harus berbangga, Indonesia mempunyai kelebihan banyak dibanding negara lain. Keramahan bangsa kita, kekayaan budaya kita, potensi negeri kita luar biasa, ” prawacana Konjen Eko Hartono, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut, Konjen Eko Hartono berbagi pengalaman dan pandangannya tentang kunci kesuksesan kala depan. Menurutnya, keberhasilan masa aliran bukan ditentukan oleh ijazah serta indeks prestasi (IP) akademik semata-mata, melainkan lebih dipengaruhi oleh soft skill yang dimiliki seseorang.

“Bila ilmu yang kamu dapat itu hard skill. maka soft skill adalah keterampilan anda untuk bergaul secara masyarakat, bagaimana etika, adab tata santun Anda, bagaimana cara Anda berpakaian, bagaimana cara anda berbahasa, bagaimana cara anda berteman. Pertemanan, networking berpengaruh pada keberhasilan Anda, ” ucap Konjen.

Kunci keberhasilan kedua adalah berpikir nyata. Di tengah krisis sekarang tersebut, imbuh Konjen Eko Hartono, banyak yang tampil menjadi ahli dadakan lewat media sosial, mengkritik negeri, mengkritik universitasnya, mengkritik lembaganya & kementeriannya.

“Berpikir negatif memicu energi negatif yang hanya akan menyusahkan pikiran. Cape rasanya kalau kita selalu berpikir negatif. Berpikir bahwa karakter lain selalu salah. Berpikir kalau negara kita itu selalu di dalam keadaan krisis. Mari kita bekerja posistif bahwa bangsa kita, negara kita lebih baik. Berpikir nyata dapat membantu memecahkan masalah, ” tegas Konjen di hadapan 963 wisudawan dari berbagai jenjang, 479 antara lain meraih predikat cumlude.

Faktor lainnya yang mempengaruhi keberhasilan seseorang adalah kemampuan membakar diri sendiri dan kerja berlelah-lelah, gigih dan pantang menyerah di dalam berikhtiar.

“Saya tetap keberhasilan anda sekalian setelah berjuang keras selama tiga atau 4 tahun, akhirnya juga berhasil mengambil gelar anda, ” ujar Besar Perwakilan RI di wilayah barat Arab Saudi itu.

Konjen juga menggugah kesadaran peserta wisuda bahwa setelah 75 tahun Indonesia merdeka, masih banyak order rumah yang harus diselesaikan. “Apakah kemerdekaan politik, kemerdekaan ekonomi, kebebasan budaya sudah kita raih? Sedang banyak ketertinggalan kita dibanding negara lain. Persaingan antarnegara semakin garang untuk menjadi yang terbaik & terdepan, ” uangkap Konjen.

Khusus untuk lulusan S-1 sebagai generasi melineal, Konjen Eko Hartono berpesan bahwa mereka ialah tumpuan masa depan bangsa, serta oleh sebab itu, Konjen mendorong mereka agar terus mengasah kreativitas dan tidak berhenti berkarya.

“Jangan sampai kita ternama kreatif dalam artian yang minus. Jangan mentertawakan diri kita tunggal. Jangan karena ada apel yang busuk, ada oknum yang jelek, kita generalisir bahwa bangsa tersebut jelek, ” pesannya.

Senada dengan pesan yang disampaikan Rektor UNNES dalam sambutannya, Prof. Dr. Fathur Rokhman, Konjen RI Jeddah pula mengajak para wisudawan agar bersyukur atas capaian terbaik hari tersebut.

Di penghujung pidatonya, Konjen Eko Hartono mengajak para-para wisudawan untuk menggelorakan semangat kewirausahaan dan menjadi wirausahawan- wirausahawan muda dan tidak hanya fokus memeriksa peluang untuk menjadi PNS.

Konjen juga mengapresiasi capaian UNNES, yang kini mengembangkan muncul menjadi rumah ilmu pengembang peradaban, sebagai universitas dengan bereputasi internasional dan konsisten menyimpan nilai-nilai kebangsaan. (ted)