Korda BPNT Gresik Beberkan Kendala dalam Lapangan

Gresik (beritajatim. com) – Carut-marut permasalahan bantuan pangan non tunai (BPNT) pada Gresik diakui oleh kordinator wilayah (Korda) Suwanto. Pria asal Kecamatan Dukun itu berharap ada transisi sistem dan aturan dalam menjalankan bantuan sosial yang bersumber daripada Kementerian Sosial (Kemensos) itu.

“Kami sudah sangat maksimal menjalankan sesuai prosedur. Namun, era di lapangan banyak kendala dengan kami hadapi. Bahkan, tidak tersedia solusi yang ditulis di pedoman, ” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Suwanto menuturkan, ada sebanyak kendala yang dimaksud mulai sebab keluarga penerima manfaat (KPM) tenggat lemahnya sistem pengawasan. Akhirnya, untuk menyelesaikan hal tersebut, banyak ditempuh dengan sistem musyawarah. “Musyawarah tersebut dari tingkat desa ataupun kecamatan, itupun permasalahannya berbeda-beda, ” tuturnya.

Ia menambahkan, yang paling sering menjelma adalah permasalahan saldo pada bentuk yang berkorelasi dengan sistem kependudukan. Misalnya, belum aktifitasi NIK, tak sesuai dengan nama, maupun perubahan status ekonomi.

“Sebagian besar yang paling sering muncul kode eror 06, artinya NIK tidak valid. Ada lagi kode eror 14, yang menjelaskan kalau KPM tidak ada didata tukar dari pusat, ” imbuhnya.

Selain itu, lanjut tempat, banyak permasalahan lainnya, seperti keunggulan limit saldo, harus mengganti pin dan hal lainnya. “Intinya, ada data yang tidak valid oleh karena itu pusat akan otomatis menonaktifkan. Jika desa tidak rajin mengupdate bukti maka permasalahan tersebut kemungkinan bakal terus terjadi, ” tandasnya

Sebenarnya, sambungnya, hal tersebut bisa di atasi oleh KPM sendiri. Caranya, dengan melaporkan kepada pendamping di setiap desa atau kecamatan. Lalu dilaporkan kepada OPD terkait untuk membenahi data itu, lalu dilaporkan ke pusat. [dny/suf]