KPU dan Bawaslu Jember Jalani Wasit Etik DKPP

KPU dan Bawaslu Jember Jalani Wasit Etik DKPP

Surabaya (beritajatim. com) – Lima komisioner Tip Pemilihan Umum dan lima komisioner Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember menjalani sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, di kantor Awak Pengawas Pemilu Jawa Timur, Senin (21/12/2020).

Lima komisioner KPU Jember adalah Muhammad Syaiin, Ahmad Hanafi, Andi Wasis, Dessi Anggraeni, Achmad Susanto. Sementara lima komisioner Bawaslu Jember adalah Imam Thobrony Pusaka, Devi Aulia Rahim, Dwi E. Prasetyowati, Ali Rahmad Yanuardi, dan Andhika A. Firmansyah.

Itu dilaporkan oleh Ketua Lumbung Bahan Rakyat Jember Ahmad Sudiyono, dengan memberikan kuasanya kepada mantan kepala Panitia Pengawas Pemilu Jember Dima Ahyar. Sidang dipimpin Teguh Prasetyo dengan anggota majelis Abdul Chalik dan Rochani.

“Pokok pengaduan untuk Bawaslu Jember, mula-mula, bahwa tata cara temuan dan laporan pelanggaran dianggap tidak serasi dengan tata cara penanganan pelanggaran yang diatur dalam undang-undang terkait pemilihan kepala daerah dan Sistem Bawaslu, ” kata Dima.

Kedua, menurut Dima, Bawaslu Jember dianggap tidak sungguh-sungguh serta cermat dalam penanganan temuan dan laporan indikasi pelanggaran pemilu, pada tahap verifikasi dukungan untuk pasangan calon perseorangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Mereka juga dipandang tidak akomodatif dan tak terkuak terhadap permintaan informasi yang dibutuhkan masyarakat atau kelompok masyarakat. “Bawaslu juga dianggap tidak melakukan tugas dan kewajiban pengawasan, khususnya pengawasan dalam tahapan verifikasi dukungan calon perseorangan, baik verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual. Hal tersebut karena Bawaslu tidak memiliki data sokongan paslon perseorangan yang dibutuhkan, ” kata Dima.

Sementara untuk KPU Jember, ada besar pokok pengaduan. ‘Pertama, KPU Jember tidak sungguh-sungguh dan cermat dalam menanggapi surat permintaan informasi yang diminta Lira (Lumbung Informasi Rakyat). Kedua, KPU Jember kurang akomodatif atau abai terhadap permintaan fakta yang dibutuhkan masyarakat atau kaum masyarakat, ” kata Dima. Fakta itu adalah data hasil testimoni faktual pendiukung bakal calon tumenggung melalui jalur perseorangan.

Sidang berjalan lebih kurang dua jam. “Hasilnya akan diketahui minggu depan, ” kata Dima. [wir/suf]