Lampu Kafe Dimatikan, Ternyata di Di Ada Puluhan Orang Tak Bermasker

Sial (beritajatim. com) – Wali Kota Malang Sutiaji menyelenggarakan langsung operasi gabungan penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Awak gabungan menyisir sejumlah kafe yang buka melebihi jam malam jam 20. 00 WIB sesuai Perwali Kota Malang.

Lupa satu kafe yang membuat jengkel tim gabungan adalah Kafe Hegemoni pada Jalan Bukirsari, Lowokwaru, Kota Rengsa. Sepintas, kafe ini terlihat menutup karena lampunya mati serta pagar tertutup. Namun, saat dibuka terdapat sekira 30 lebih pengunjung yang sedang asik nongkrong. Puluhan mesin pun juga terparkir rapi pada dalam halaman kafe.

“Masih banyak perkara seakan-akan kita kucing-kucingan (mengelabuhi) tapi itu orang-orang tertentu. Jangan maka pengusaha-pengusaha yang tidak mempunyai kesadaran. Dari depan seperti tutup sebab lampu juga mati. Saat kita obrak, banyak pengunjung yang sedang nongkrong, ” ujar Sutiaji.

Sutiaji yang mengetahui manajer kafe mencoba mengelabuhi petugas tepat menegurnya. Sutiaji mengingatkan bahwa nilai Covid-19 di Kota Malang sedang tinggi. Sedangkan pengelola dianggap sengaja melanggar ketentuan jam malam serta abai terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kafe kami tutup pertama hamba lihat tidak tertib protokol Covid-19. Kedua mereka buka sampai pukul 23. 00 WIB. Terus yang ketiga seperti kita ditipu gitu, lampu dimatikan semuanya. Pagarnya ditutup, pagarnya kan tertutup jadi mesin tidak kelihatan dan tidak ada yang pakai masker, ” kata pendahuluan Sutiaji.

Sutiaji mengutarakan, setelah kafe disegel pengelola dilarang beroperasi sampai 14 hari ke depan. Pada operasi kali tersebut, tim gabungan telah melakukan peneguran terhadap 5 pengelola kafe. Serta satu kafe langsung ditutup sebab dianggap sengaja mengelabuhi petugas.

“Kalau kami temukan sesuai dengan kriterianya atau kaidah-kaidah hukum itu maka akan kami tindak. Kita tidak ada toleransi. Kami tidak tebang pilih, ” nyata Sutiaji. [luc/suf]