Lanjutkan Pendidikan Gratis, Er-Ji Hadirkan Iklim Pendidikan yang Memerdekakan!

Surabaya (beritajatim. com) – Pendidikan merupakan tiang pancang kemerdekaan lahir & batin, yang selama ini menjadi fokus perjuangan segenap komponen dalam Kota Surabaya. Anak-anak muda dalam kota ini, para pelajar serta mahasiswa, bangga dapat berkembang serta berkarya di Kota Surabaya, buat merajut simpul keberhasilan bersama-sama.

Aryo Seno Bagaskoro, Pakar Bicara Tim Pemenangan Calon Pemangku Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armuji, menuturkan, rasa bangga itu dipupuk melalui bukti dan hasil kerja kepemimpinan yang teruji. Selama 18 tahun kepemimpinan Wali Kota Bambang DH dan Tri Rismaharini, anak-anak muda Kota Surabaya dapat belajar, belajar, bermain, dan berkarya dengan perasaan lega.

“Ekosistem pendidikan yang dibangun oleh para pemimpinnya, melalui logistik fasilitas belajar yang lengkap, pengembangan mutu belajar di sekolah halal, informal, maupun non-formal, penyediaan rumah-rumah belajar seperti Balai Bahasa & Rumah Matematika, aktivasi organisasi pelajar dan Konselor Sebaya, pemberian sumbangan sekolah gratis dari tingkat SD-SMP, bahkan hingga SMA sebelum diambil oleh provinsi, mampu menghidupkan Praja Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, ” tuturnya, Minggu (27/9/2020).

Menurut dia, predikat tersebut tak salah disematkan dengan banyaknya prestasi yang diraih baik sebab Kota Surabaya maupun para pelajar dan guru di Kota Surabaya selama beberapa tahun terakhir. Tiba dari peningkatan jumlah siswa berprestasi secara signifikan dari tahun ke tahun, angka partisipasi sekolah dengan terus naik, hingga diganjar pemberian Ki Hajar oleh Kementerian Pelajaran dan Kebudayaan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2017.

Untuk memastikan bahwa informasi kebaikan tersebut tidak berhenti, lanjut Seno, pasangan Eri Cahyadi serta Armuji berkomitmen untuk meneruskan serta menggerakkan semakin banyak program-program pelajaran yang pro-rakyat.

“Salah satu poin kebijakan yang disiapkan, selain meneruskan penggratisan SD-SMP, ialah pemberian bantuan bagi anak-anak bujang Surabaya yang kurang mampu dalam jenjang pendidikan SMA dan SMK, ” kata Seno.

Dia mengatakan, program itu mau disambung dengan memperbanyak pemberian dana siwa bagi putra-putri terbaik Kota Surabaya di sekolah tinggi. Sehingga anak-anak bujang di Kota Surabaya dapat pokok belajar di tingkatan pendidikan manapun tanpa harus merasa terbebani sebab biaya.

Di tepi itu, jelas Seno, pembekalan character building untuk menyiapkan anak-anak bujang Kota Surabaya yang humanis dan kolaboratif akan disiapkan melalui program-program pemberdayaan yang berorientasi pada ketenteraman, seperti pelatihan, pengembangan fasilitas membiasakan dan perpustakaan, serta penyediaan lebih banyak rumah-rumah belajar dan talenta minat.

Pendiri serta Ketua Aliansi Pelajar Surabaya tersebut tidak ingin prestasi gemilang dan rasa bangga yang ada pada binar mata para pemuda Surabaya hilang karena rusak oleh cita-cita yang salah. Dirinya ingin semesta anak-anak muda Kota Surabaya mampu mengenyam hak yang sama untuk memeroleh pendidikan yang menumbuhkembangkan rasa aman dan memerdekakan.

“Mas Eri dan Cak Armuji, melalui pengabdiannya, punya cita-cita untuk menghadirkan kepemimpinan yang membangkitkan menemui bangga dan rasa kebersamaan untuk seluruh anak Surabaya, untuk mempersiapkan barisan kepemimpinan Indonesia bahkan negeri di masa depan, dari Surabaya, ” pungkasnya. (tok/kun)