Malam Ini Pembukaan LiterArt Fest, Pameran Buku dan Mengobral Buku Murah Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim. com) – Awal pameran buku dan mengobral buku murah bertajuk LiterArt Fest digelar hari itu, Jumat (18 Juni 2021) di Dekesda Art Center, Jl Erlangga No 67 Sidoarjo. Pameran diikuti oleh penerbit, komunitas, dan kampus di Sidoarjo.

Ketua Umum Dewan Keindahan Sidoarjo Ali Aspandi mengutarakan bahwa penerbitan buku merupakan salah satu aspek penting dalam indutri kreatif. Pertunjukan buku yang digelar Dekesda dimaksudkan sebagai upaya untuk lebih mendongkrak dunia penerbitan di Sidoarjo.

“Jika penerbitan ini berkembang lebih pesat, Sidoarjo setidaknya mendapatkan 3 manfaat utama. Pertama, aspek pendidikan dengan budaya membaca. Kedua, tercipta ekosistem tulisan dan literasi yang lebih sehat. Ketiga, ekonomi kelompok lebih tumbuh dari bagian industri kreatif, ” logat Ali Aspandi.

Sementara itu, Ketua Pengelola Ribut Wijoto menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki lebih dari 20 penerbit dan memiliki lebih dari 100 penulis. Persoalannya, banyak setia dari Sidoarjo yang mencetak buku ke penerbit luar Sidoarjo.

“Kita mencoba memfasilitasi pertemuan kurun penerbit, penulis, institusi terpaut, dan masyarakat umum. Harapannya kendala, potensi, dan jadwal pengembangan penerbitan di Sidoarjo bisa terbahas secara bertambah terang, ” kata Ketua Komite Sastra Dekesda sekali lalu.

Terkait teknis pameran buku, Ribut Wijoto menjelaskan bahwa kegiatan bakal membabitkan beberapa pihak. “Pihak dengan utama adalah penerbit dan penulis. Sedangkan obral buku murah melibatkan para penyalur buku bekas yang tersedia di Sidoarjo. Biasanya mereka berjualan via online. Zona, kali ini, kita beri ruang untuk menggelar lapak secara offline. Kita minta itu mengobral bukunya secara gampang dan melelang koleksi tampang langkanya. Selama ini, mereka sering menjual buku-buku dengan sudah tidak ada pada toko buku. Jadi pertunjukan ini adalah kesempatan untuk masyarakat untuk mendapatkan buku-buku lama dan langka, ” kata Ribut Wijoto.

Dipaparkan oleh Ribut, LiterArt Fest bakal berlangsung selama tiga hari, yaitu hari Jumat sampai Minggu, tanggal 18 – 20 Juni 2021. Selama 3 hari, beberapa acara sudah disiapkan. Dimulai dengan hari pertama yang berisi kegiatan pembukaan dan diskusi tentang penerbitan.

Keadaan kedua, siang sampai sore, diadakan parade launching sendi terbitan dari Sidoarjo. Dilanjutkan malam hari pertunjukan musik dan diskusi penulisan sebab Ikatan Pelajar Nahdlatul Ustazah (IPNU) dan Ikatan Anak sekolah Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo.

Dalam hari ketiga, LiterArt Fest dibuka sejak pagi tenggat malam hari. “Pagi hari kita adakan lomba mewarnai untuk anak-anak usia 5 – 8 tahun. Siangnya diskusi strategi menembus jalan massa dan penerbit sebab teman-teman Forum Lingkar Pena Sidoarjo. Lalu malamnya ada pertunjukan musik dan lelang buku langka. Lelang tersebut dipandu oleh dua pengocok perut, yaitu Robert Bayoned & Ipoel Bayoned, ” katanya.

Agar LiterArt Fest lebih semarak, kata Ribut, Komisi Sastra Dekesda bekerja secara beberapa pihak. Terdiri daripada IPNU dan IPPNU Sidoarjo, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Penerbit Media Menimba, Taman Zakat, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sidoarjo, Fakultas Pengetahuan Budaya (FIB) Unair, Ludruk Luntas dan Ludruk Baladda Sidoarjo, Teh Sosro, UKM Mahasiswa Unggul Unusida, komuninitas Malam Puisi Sidoarjo, Konvensi Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo, dan Komite Musik Dekesda.

Adapun LiterArt Fest diikuti sebanyak 16 peserta. Terdiri dari Penerbit Embrio, Penerbit FLP Sidoarjo, Komunitas Yuk Nulis Sidoarjo, Penerbit Padmedia, Penerbit Brangwetan, Unusida, UKM Mahasiswa Unggul Unusida, Penerbit Media Menimba, Penerbit Tan Kali, Penerbit Meja Tamu, Penerbit Galaksi Aksara Kata, Komuntias Sidoarjo Masa Kuno, Cahaya Kitab, Buku Djagad, Trisna Sendi, Pustaka Keliling, dan Om Buku. [but]