Mengambil Komplotan Pembobol HP pada Madiun, Begini Kronologinya

Madiun (beritajatim. com) – Satreskrim Polres Madiun berhasil menangkap komplotan pembobol konter handphone di kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

“Mereka berhasil menggondol 500 handphone dengan bervariasi macam merek dan harga menggunakan dua karung lengkap, ” kata Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan saat pers rilis pada Mapolres setempat, Minggu (27/6/2021).

Berdasar kronologi, mereka muncul ke Madiun Kota pada hari Senin (21/6/2021) lalu melakukan survei untuk target operasi. Tetapi, di provinsi Kota Madiun tidak ada target yang cocok.

Komplotan tersebut lalu melakukan survei di daerah Mejayan, dan menyasar Gardu Handphone Maju Hardware. Semrawut, esoknya Selasa (22/6/3031) mereka melakukan aksinya dengan membuka gembok toko dengan menjagal menggunakan gunting baja di dalam pukul 03. 00 WIB.

Setelah berhasil menyelap, mereka menggasak seluruh handphone dan dimasukan ke pada dua karung penuh. Setelah itu tersangka kembali ke Bogor dan menjual buatan curiannya kepada seorang penadah berinisial CD.

Berbekal hasil olah TKP dan kamera CCTV, penjaga bergerak cepat melakukan analisis bekerja sama dengan jajaran Polres Magelang.

“Saat diamankan hanya didapatkan kunci, obeng dan logistik lain. Barang bukti sudah diserahkan ke seseorang dengan berinisial CD. Dikembangkan lagi didapatkan di Surabaya. Dari tangan CD inilah ratusan barang bukti didapatkan, ” ungkapnya.

Dari CD serupa pihak Kepolisian sementara sedang mengembangkan karena belum semua barang bukti didapat pasal sebagian telah berhasil dijual. Dari kejadian ini Satreskrim Polres Madiun bisa mengungkap bahwa ada enam TKP yang telah dicuri. Tiga di Jawa Timur & tiga di Jawa Tengah.

“Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHPidana, pencurian secara pemberatan, dengan ancaman azab sembilan tahun penjara, ” tandasnya mantan Kapolres Grobogan ini.

Peristiwa pencurian dengan pemberatan itu kini masih ditangani oleh Polres Madiun, utamanya untuk mengejar tersangka otak pencurian komplotan tersebut yang sedang buron. [asg/but]