OJK Kediri Gelar Media Update Secara Daring

Kediri (beritajatim. com) – Sejumlah kuli mengikuti Media Update 2021 yang digelar otoritas Pertolongan Keuangan (OJK) perwakilan Kediri. Kegiatan dilaksanakan secara virtual, Rabu (17/3/2021).

Kepala Perwakilan OJK Kediri, Bambang Supriyanto mengajak jiwa media untuk ikut mempercepat Pemulihan Ekonomi nasional (PEN) yang terdampak adanya pandemi Covid-19. “Peran serta jiwa media cukup banyak di membantu pemulihan ekonomi nasional. Dari insan media mampu mengajak masyarakat untuk memajukan belanja produk umkm. Selain itu juga belanja melalaikan market place, ” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel media juga diajarkan cara gampang untuk melihat prestasi bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang saat ini tumbuh menjamur.

“Kita bisa lihat di proklamasi, apakah kondisi BPR tersebut sehat atau tidak. Neraca keuangannya lancar atau tidak. Itu bisa cara yang sangat gampang bagi nasabah untuk melihat kondisi BPR tempat mereka menajadi depsan, ” ucap Lya Dahlia satu diantara pemateri dalam kegiatan media Update OJK 2021.

Tak hanya itu, dalam pertemuan dalam jaringan ini selalu dikenalkan Bank Syariah Nusantara. Seperti diketahui, warga muslim di Indonesia terbanyak ke 3 di dunia. Kedudukan inilah yang mendorong munculnya Bank Syariah Indonesia (BSI).

“BSI adalah lembaga perbankan yang dilandasi merger dari tiga karakter perbankan syariah. Masing-masing BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Mulai tahun 2021, mulai dari aset hingga layanan menjadi satu nama, pada bawah naungan BSI. Cara ini bertujuan untuk memperluas layanan perbankan syariah dalam Tanah Air, ” terang Manajer Area Bank Syariah Indonesia (BSI) Kediri, Luhur W Raharjo.

Dikatakannya, dengan eksisnya pendirian BSI, maka masyarakat tidak perlu khawatir terhadap segala aktivitas perbankan syariah mereka. Sebab, melalui BSI itu, para nasabah bisa memperoleh layanan sesuai kebutuhannya. Laksana ada Mobile Banking, ATM, QRIS, Lakupandai, Internet Banking, dan Mobile ATM. [nm/suf]