Pemkot Beri Penghargaan untuk BPN Surabaya I dan II

Pemkot Beri Penghargaan untuk BPN Surabaya I dan II

Surabaya (beritajatim. com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya wilayah I dan II. Penghargaan tersebut diberikan kausa BPN telah bekerja keras positif Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya menyelamatkan aset. Setidaknya pada tahun 2020 ini sebanyak 172 sertifikat yang telah diterbitkan.

Pada kesempatan itu, Pemangku Kota Risma membuka acara secara memberikan penghargaan terlebih dahulu pada 24 anggota dari BPN. Selain itu, Presiden UCLG ASPAC tersebut berterima kasih atas bantuan dan kerja keras dari seluruh leretan BPN Surabaya I dan II yang telah membantu pemkot di rangka penyelamatan aset.

“Bapak ibu sekalian ini istimewa bagi kami. Karena, kondisi masa ini sering kali terjadi perubahan terutama terhadap aset-aset kita, ” kata Wali Kota Risma di rumah dinas, Jalan Sedap Suangi Surabaya.

Untuk tersebut, Wali Kota Risma menyatakan bahan segera membuat laporan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Awak Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), bahwa Praja Pahlawan telah berhasil menangani berbagai persoalan aset. Meski begitu, pihaknya kembali meminta bantuan BPN pada upaya menangani permasalahan aset ke depannya.

“Terima berseloroh sebesar-besarnya bapak ibu. Sekali sedang saya mohon bantuannya untuk berikutnya. Karena ini adalah upaya kita untuk melakukan pengamanan terhadap substansi kita, ” papar dia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Sementara itu, Kepala Jawatan Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu memaparkan, dari 172 brevet itu terdiri dari 137 dunia yang diterbitkan wilayah Kantor BPN Surabaya 1 dan 35 bagian dari BPN Surabaya II.

“Bidang tersebut terdiri daripada tanah aset yang dikelola oleh DPBT dan Dinas Pekerjaan Ijmal Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), ” kata Maria Theresia.

Yayuk – sapaan akrab Maria Theresia itu menjelaskan, untuk aset yang dikelola DPBT bisanya dimanfaatkan untuk bervariasi fasilitas publik, seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK). Sementara itu, untuk tanah yang dikelola DPUBMP dimanfaatkan untuk membangun jalan dan saluran.

“Jadi setifikasi ini tetap dilaksanakan secara bertahap sebab pemkot. Hal itu disesuaikan secara target pada masing-masing anggaran di setiap tahunnya. Harapannya lebih banyak lagi sertifikasi tanah yang bisa diselesaikan oleh kantor pertanahan satu dan dua, ” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Besar Kantor BPN Surabaya II, Lampri A. Ptnh mengucapkan terima beri kepada Wali Kota Risma arah penghargaan terhadap hasil kinerja penyelamatan aset-aset milik pemkot. Menurut tempat, ada beberapa aset pemkot jadi diselesaikan. Contohnya pembebasan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT).

“Kami terus berkoordinasi dengan rentetan pemkot Surabaya. Ini adalah perintah bersama-sama, ” kata Lampri.

Bahkan, pihaknya juga mengesahkan akan selalu mendukung upaya-upaya dengan dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Namun yang terpenting adalah selalu berkoordinasi dan singkronisasi.

“Pada prinsipnya kami selalu mendukung. Tetap ini tidak bisa bekerja sendiri kami juga dibantu dengan Wadah Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya, ” pungkasnya. (ifw/ted)