Penderita Covid-19 Melahirkan, 51 Warga yang Jagong Bayi Diswab Massal

Penderita Covid-19 Melahirkan, 51 Warga yang Jagong Bayi Diswab Massal

Ponorogo (beritajatim. com) – Kasus ibu melahirkan yang terpapar Covid-19 memulai babak baru. Warga dengan menjenguk atau jagong bayi mau dilakukan swab massal. Sebab, awak yang sebagian RT 01 RW 06 itu kontak langsung dengan sang ibu.

“Kami lakukan tracing, ada 51 karakter yang kontak dengan sang pokok yang positif. Maka dari tersebut hari ini dan besok mau kami lakukan swab massal, ” kata Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Hermansyah, Rabu (7/10/2020).

Hermansyah melahirkan, selain warga yang melakukan jagong bayi ini, sebelumnya sudah dilakukan swab untuk anggota si pokok termasuk bayinya. Namun, untuk anggota keluarga ini, hasil swabnye belum keluar. Mereka hingga saat ini melakukan isolasi mandiri di vila.

“Sampai saat tersebut baru si ibu yang terkonfirmasi Covid-19. Dia kini diisolasi dalam RSUD dr Harjono, ” katanya.

Usai melakukan swab ini, masyarakat harus melakukan isolasi mandiri dalam rumah hingga swab yang dilakukan hari ini dan besok keluar. Ini dilakukan sebagai upaya buat memutus rantai penularan di Kelurahan Kepatihan, khususnya jalan Ontoseno I RT 01 RW 06.

” Sebagian besar daripada lingkungan sini. Pelacakannya pun tidak sulit, ’’ ungkap Hermansyah.

Sebelumnya, warga di RT 01 RW 06 di Kelurahan Kepatihan dibuat was-was, setelah utama warganya dinyatakan positif Covid-19. Terlebih, yang terkonfirmasi positif tersebut mutakhir saja melahirkan. Dimana dalam kebiasaan jawa, setiap ada yang mengemukakan, tetangga melakukan jagong bayi ataupun membesuk ibu dan bayinya.

“Beberapa hari setelah beranak, hasil swab keluar, yang membuktikan ibu bayi itu positif, ” kata satu diantara warga Sudarmaji.

Sudarmaji mengecap jika warga yang melakukan jagong bayi tersebut bungung, mereka gamang jika tertular. Kejadian tersebut belakangan dilaporkan ke satgas Covid-19 kelurahan. Untuk memutus mata rantai penularan, disepakati bagi yang melakukan relasi langsung dengan pasien positif ataupun melakukan jagong bayi dilakukan isolasi mandiri.

“Ada sekitar kurang lebih 45 orang dengan melakukan isolasi mandiri. Sedangkan tersedia 5 orang yang kontak baik atau keluarganya, hari ini serta kemarin sudah dilakukan swab, ” katanya. [end/but]