Pengikut Wajib Pakai Masker, Polres Udi Gelar Deklarasi Anti Anarkisme

Malang (beritajatim. com) – Deklarasi Anti Anarkisme demi Kabupaten Udi yang aman dan damai di gelar Kepolisian Resor Malang, Jumat (16/10/2020) siang di Gedung Sanika Satyawasa.

Deklarasi Tenteram Anti Anarkisme dengan menerapkan adat kesehatan Covid-19 cukup ketat ini, di pimpin langsung Kapolres Udi AKBP Hendri Umar dan bervariasi komunitas masyarakat. Sejumlah komunitas dan ormas yang ikut hadir yaitu KNPI, Aremania, FKPPI, FKUB, Pemimpin PPTQ dan Perwakilan SMA/SMK se Kabupaten Malang, Pemuda Pancasila dan GP Ansor dan Banser se Kabupaten Malang.

Haluan Deklarasi Anti Anarkisme ini, biar tidak ada lagi unjuk menemui anarkis yang terjadi di Sial Raya pada umumnya dan Kabupaten Malang pada khususnya.

“Kami berharap menggunakan Deklarasi Anti Anarkisme ini tidak ada lagi aksi lempar lemparan batu, tidak ada perusakan sarana umum, dan tidak ada saling memukul antara satu dan lainnya. Mari sampaikan aspirasi dengan cara yang baik sehingga tidak ada lagi kerugian jiwa dan materi, ” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Sekapur Hendri, pihaknya juga mengundang Diknas Kabupaten Malang. Karena pada saat unjukrasa kemarin, peserta aksi pula terdapat pelajar sekolah tingkat SMA dan SMK.

Secara fakta itu, beberapa kepala madrasah juga memaparkan kebijakannya dalam mencegah siswa nya untuk tidak terkebat dalam berbagai aksi anarkis secara bekoordinasi dengan MKKS (Musyawarah Kegiatan Kepala Sekolah). Tujuan dari MKKS nantinya, melakukan sinergi dan berkolaborasi demi masa depan yang lebih aman dan damai. Sehingga, tak ada demo anarkis yang membabitkan pelajar sekolah.

Di Deklrasi Anti Anarkisme tersebut, pengikut diwajibkan menggunakan masker selama program berlangsung. Pemberlakuan jarak tempat duduk juga diperlakukan agar selama rencana berlangsung, peserta Deklarasi tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang masih meninggi di Kabupaten Malang.

Deklarasi ditandai dengan Pengajian Anti Anarkisme bersama-sama yang di pimpin Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Khusnul Hakim Sadat. “Kami warga Kabupaten Malang, menolak anarkisme dan premanisme yang meresahkan masyarakat demi menjaga Kabupaten Malang dengan aman, damai serta jaga Kabupaten Malang, Jaga Jawa Timur, salam satu jiwa, Arema”, tegas Khusnul.

Acara di tutup dengan kesepakatan bersama dari semesta pihak yang hadir dengan mengesahkan Deklarasi Aksi Anarkisme. (yog/kun)