Pengutamaan APBD Jember Tunjukkan Keinginan Dongkrak IPM

Jember (beritajatim. com) – Sekretaris Kawasan Mirfano mengatakan, besarnya alokasi anggaran belanja untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian dalam struktur belanja Taksiran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, menunjukkan bagaimana Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, ingin memajukan IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

Saat tersebut IPM Jember hanya 67, 1. Dinas Pendidikan menduduki peringkat pertama dengan alokasi anggaran sebesar Rp satu, 1 triliun atau 25 persen dari total bayaran Rp 4, 4 triliun dalam APBD.

“Sebesar Rp 740 miliar atau 67 persen dari plafon pada Dispendik digunakan untuk tunjangan dan gaji, ” prawacana Sekretaris Daerah Jember Mirfano, dalam acara dialog terbuka yang digelar Persatuan Kuli Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian terhadap Klub Universitas Jember, di Balai Wahyawibawagraha, Rabu (7/4/2021).

Perbaikan honor untuk guru tidak tetap & pegawai tidak tetap (GTT-PTT) sudah terealisasi. “Mulai Maret 2021, kesejahteraan GTT-PTT mau lebih baik lagi. Honor unruk GTT-PTT sudah melompat dua kali lipatnya, ” kata Mirfano.

Menurut Mirfano, GTT-PTT yang sudah bekerja selama perut sampai lima tahun memiliki honor Rp 1, 2 juta yang sebelumnya cuma Rp 600 ribu. “Itu sebuah perubahan yang pas signifikan terkait perbaikan penerimaan teman-teman yang bergerak pada bidang pendidikan, ” katanya.

Sementara untuk BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dialokasikan sebesar Rp 120 miliar, buat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sebesar Rp 60 miliar, dan belanja buat pendidikan nonformal sebesar Rp 18 miliar. “Jadi di urusan pendidikan, komitmen tumenggung tetap kuat, ” sirih Mirfano.

Biaya sektor kesehatan menduduki status kedua tertinggi, sekitar Rp 496 miliar atau 11 persen dari total APBD 2021. Sementara untuk penanganan Covid-19, Pemkab Jember menjatah anggaran Rp 35 miliar.

“Tapi tidak lagi di belanja tidak terduga, tapi sudah di OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Ada juga di daerah, di DD (Dana Desa), delapan persen dialokasikan buat Covid. Mudah-mudahan bisa memacu seluruh kecamatan menjadi hijau, ” kata Mirfano.

Sementara itu, bagian anggaran pertanian juga meningkat. “Pertanian melompat drastis, sekarang Rp 153 miliar, ” kata Mirfano.

Mirfano mengatakan, belum ada penelitian soal korelasi antara anggaran dan penurunan pandemi. “Tapi minimal, Jember ini sudah bisa optimistis menuju ke zona hijau, ” katanya. [wir/ted]