Pertentangan Belum Berakhir, Keikutsertaan Persid di Liga 3 Sisakan Tanda Tanya

Jember (beritajatim. com) – Konflik internal di tubuh Yayasan Persid Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum sudah. Keikutsertaan klub Persid Jember dalam kompetisi sepak bola Liga 3 tahun ini pun masih menyisakan petunjuk tanya.

Permusuhan internal terjadi antara kepengurusan Yayasan Persid Jember yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi, satu diantara anggota DPRD Jember. Kausa konflik ini, Persid gawat gagal mengikuti kompetisi Gabungan 3 tahun ini, sebab PSSI Jawa Timur menentang keikutsertaan klub tersebut bila masih ada dualisme.

Tumenggung Hendy Siswanto pun turun tangan. Setelah Sunardi menganjurkan sepenuhnya persoalan Yayasan Persid Jember kepadanya, Hendy tepat mengumpulkan dewan pembina & pengawas di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (6/6/2021). Tiga keadaan setelah pertemuan, dewan pembimbing meluncurkan surat kepada tumenggung yang ditandatangani Suparno jadi ketua dewan pembina.

Surat itu menyimpan tiga poin. Pertama, menganjurkan Yayasan Persid Jember pada bupati. Kedua, Dewan Pembina sepakat meminta bupati menjelma ketua pembina Yayasan Persid Jember. Ketiga, memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bupati buat menyusun kembali atau menyilih personel yang ada dalam Yayasan Persid Jember.

Penyerahan surat tersebut bukan berarti konflik sudah. Tiga orang pembina menumpukan menandatangani berita acara pelimpahan Yayasan Persid Jember di hadapan notaris yang ialah tindak lanjut surat tersebut.

Tiga orang pembina yang menolak tersebut adalah ketua dewan pembimbing Suparno (mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) & dua anggota pembina, Agus Rizky (Ketua Umum Berni, kelompok suporter sepak bola Jember) dan Wagino (mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Itu mempertanyakan kenapa tak ada satu pun personel sebab kubu Suparno yang diakomodasi dalam komposisi yayasan yang baru. “”Harus ada komitmen jelas, bahwa bupati berniat akan menggabungkan semua kubu. Jangan seenaknya dihilangkan. Kala tidak ada satu kendati dari kita, ” kata Agus.

Sementara yang mengizinkan adalah Ahmad Halim (Wakil Ketua DPRD Jember). Pembina yang tengah berada pada luar kota adalah Sirajuddin (mantan sekretaris Asosiasi Menampar Bola Kabupaten PSSI Jember).

Belum kelarnya persoalan yayasan ini membina Halim cemas. “Saya diberitahu bahwa deadline untuk mendaftar menjadi peserta Liga 3 adalah 20 Juni tersebut. Otomatis ini dikejar periode, ” katanya. Jika permusuhan masih terjadi, politisi Gerindra itu khawatir pendaftaram Persid akan ditolak Asosiasi Menggampar Bola PSSI Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyetujui restrukturisasi di tubuh yayasan untuk menghindari permusuhan dua belah kubu. Ke-2, memang sudah saatnya Persid memiliki personel baru yayasan di luar conflict of interest yang selama tersebut terjadi. Ketiga, deadline zaman pendaftaran yang sangat mendesak, ” kata Halim.

“Seandainya ini bubar (mendaftar), berarti upaya bupati sudah maksimal untuk memasukkan. Hanya ada semacam halangan di pembina yang lama. Seandainya Persid gagal mencantumkan diri di Liga 3, bukan salah bupati, sebab memang unsur dari pengasuh kurang ikhlas untuk mampu mempercayakan Persid kepada bupati, ” kata Halim. [wir/suf]