Petani Sayur Hidroponik Rumahan Kota Kediri Donasi Produk ke Warga Isolasi Diri Corona

Petani Sayur Hidroponik Rumahan Kota Kediri Donasi Produk ke Warga Isolasi Diri Corona

Kediri (beritajatim. com) – Komunitas Hidroponik Kota Kediri (Kohikari) mengirim 233 paket sayuran hidroponik dan 1, 5 kuintal untuk warga Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota yang melakukan isolasi muncul karena salah satu warganya membangun Covid-19, Kamis (23/4/2020).

Sayuran segar dan berkualitas menawan dari kebun anggotanya yang cukup panen. Dan kebun mereka pula tidak luas, kadang hanya belasan meter persegi saja.

Berawal dari hobi, lama-lama mendapatkan uang dari sini. Sebagaimana Maesaroh (48 tahun), Bidang Pemasaran Kohikari. Ia mengawali berkebun organik di PAUD SPS Ar-Rahmat, Kleco, tempatnya mengajar.

“Pada era itu saya hanya berpikir agar PAUD punya penghasilan, ” kata Maesaroh. Modal instalasinya dibiayai oleh sekolah. Dari sana, PAUD kendati punya penghasilan tambahan untuk kos operasional.

Kemudian Maesaroh membuat sendiri di rumah pada tahun 2018. Sejumlah 24 titik dengan lahan tak sampai 20m2. Tahun 2019, Maesaroh mulai menjual hasil panennya bersama komunitas.

Kini, ia pun bekerjasama dengan Koramil 0802/02 Pesantren mengelola kebun hidroponik di halaman kantor tersebut.

Luas kebun itu kira-kira 10meter persegi yang dipasang 14 pipa PVC. Sejumlah 8 saluran terdapat 22 titik, dan 6 pipa dilubangi 19 titik. Total titik ini terkait dengan macam tanaman yang akan ditanam terkait dengan jarak tanam. Di kebun ini, tumbuh subur kangkung, lettuce, dan samhong. Kakung sebagian telah dipanen untuk donasi ke Dandangan.

“Panen kangkung tiap 2 minggu sekali. Di sini bisa dapat 10kg, ” kata Maesaroh. Harga ke pembeli Rp 15. 000, -/kg. Sedangkan lettuce dan samhong dijual Rp 20. 000, -/kg hingga Rp 25. 000, -/kg. pembelinya umum langganan dan bila panen banyak, khususnya samhong dan lettuce akan dibawa ke Surabaya.

“Saat Corona seperti sekarang, sebetulnya pembeli tentu. Kami tidak terpengaruh. Hanya yang beda kami tak bisa memperluas pembeli dan mengenalkan hidroponik lebih merata, ” terang Maesaroh.

Dalam menjalankan bisnisnya, Kohikari tidak hanya menjual sayuran tapi selalu ada misi untuk mengenalkan bertanam di halaman rumah dengan sayuran ini.

“Biasanya awak buka stan di dekat Hotel Penataran saat car free day. Sekarang pas Corona, tidak bisa lagi karena car free day ditiadakan, ” terang Maesaroh. Tengah ini, berkebun tetap berlangsung toh tetap dikerjakan di rumah. Konsumen pun sudah ada, karena sayuran termasuk bahan pangan yang selalu dibutuhkan. [nm/suf]