Polresta Mojokerto Tangkap Penadah Motor Curian

Mojokerto (beritajatim. com) – Selain mengamankan tiga pelaku persekutuan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam wilayah hukum Polresta Mojokerto, anggota Satreskrim juga mengamankan satu orang penadah. Tiga pelaku curanmor terdesak dilumpuhkan dengan timah panas aparat karena melawan.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengutarakan, selain mengamankan tiga pelaku curanmor baik roda dua dan empat, anggota Satreskrim Polresta Mojokerto selalu mengamankan satu orang penadah. “Yakni Taufik (36) warga Desa Kedemungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, ” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Masih kata Kapolresta, modus yang dilakukan para pelaku dengan menggunakan kunci T. Baik untuk organ roda dua dan roda empat. Hasil kejahatan tersebut, untuk kendaraan roda empat dijual terpisah serta pengakuan pelaku dijual ke daerah Malang.

“Sasaran persekutuan ini yakni korban yang teledor, mungkin sudah memahami situasi Mojokerto Kota kemudian melakukan aksi karena ada dua tempat belum sempat dilakukan kegiatan pencurian karena sudah keduluan tertangkap. Kita koordinasi daerah lain mungkin ada kejadian di wilayah lain, ” urainya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendy menambahkan, penangkapan 3 pelaku curanmor dan satu orang penadah tersebut dari aksi pencurian pada, Kamis (7/5/2020) pekan lulus. “Para pelaku melakukan pencurian pada Pekuncen, Surodinawan, Prajurit Kulon, ” jelasnya.

Namun lagak para pelaku diketahui korban. Para pelaku berhasil melarikan diri, namun pelaku Muhyidin (24) warga Dukuh Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dapat diamankan. Dari pengakuannya, keputusannya petugas berhasil menangkap dua pelaku lain dan satu orang penadah.

Ketiga pelaku yakni Muhyidin (24) dan Aamiril Mukminin (21) warga Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan serta Sholeh (28) warga Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Barang bukti yang diamankan diantaranya, sepeda motor Yamaha N-Max nopol N 1586 AAL, sepeda motor Kawasaki Ninja nopol S 3094 RA

Sebanyak delapan kunci L, tujuh kunci T, satu buah obeng, utama gunting kabel, dua kunci G dan 10 serta beberapa gaya mesin dan sparepart dari instrumen L 300. Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Penyamunan dengan Pemberatan, sementara penadah dijerat Pasal 480 KUHP. [tin/but]