Polsek Pesantren Kediri Gulung Komplotan Pencuri Ponsel

Kediri (beritajatim. com) – Unit Reskrim Polsek Pesantren mengamankan lima orang komplotan perampas ponsel di Kota Kediri. Kelima pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari pemantau, pengeksekusi hingga penadah. Saat ini kelima pelaku melaksanakan pemeriksaan.

Kelima tersangka adalah Anhari Syahdi (22) awak Kelurahan Karanganyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara; Beny Romadhon (19) warga Kelurahan Wiwitan Barat, Kecamatan Lamasi, Provinsi Sulawesi Selatan; Nanda Wuru (20) warga Kelurahan Tabalu, Kecamatan Posopesisir, Sulawesi Tenggara.

Sementara dua penadah adalah Trimo Admojo (19) warga Kecamatan Negeri Agung, Lampung dan Malindi (24) Kecamatan Tapango, Sulawesi Barat. Petugas masih melakukan pencarian terhadap satu orang tersangka lainnya.

“Tersangka BR dan NW bertugas masuk toko, tengah AS dan R berperan memperhatikan. Saat ini masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku R, ” ungkap Kasubbag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi, Selasa (24/11/2020).

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi mengungkapkan, pencurian tersebut diketahui pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 06. 00 WIB. Empat orang pelaku pati melakukan pencurian di sebuh gardu ponsel di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren.

Petugas menyelenggarakan serangkaian penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap Anhari Syahdi dengan berada di seputaran Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren. Dari hasil interograsi ternyata benar Anhari menggunakan ponsel yang diambil dari toko hak Rony, warga Burengan, Kecamatan Pesantren.

Anhari mengaku dirinya melakukan pencurian dengan tiga karakter temannya. Dua pelaku lainnya jadi diamankan saat ngopi di sebuah kafe di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren. Sementara satu orang pelaku berhasil kabur.

Aparat melakukan pengembangan untuk mengetahui dimana barang bukti hasil pencurian. Dibanding hasil interogasi diketahui ponsel hasil curian telah dijual kepada Trimo dan Malindo. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 12 juta. “Saat ini kelima pelaku menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Pesantren, ” tegas AKP Kamsudi. [nm/suf]