PPKM MIkro Berhasil, Wali Tanah air Madiun Tetap Gencarkan 3M

Madiun (beritajatim. com) – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kota Madiun membuat hasil, diketahui bahwa pengerjaan Covid-19 memberikan hasil yang signifikan.

Pemangku Kota Madiun Maidi di evaluasi PPKM Berbasis Mikro Tahap I menuturkan, telah terjadi peningkatan terhadap nilai kesembuhan pasien Covid-19. Namun, angka kematian cukup landai meski masih ada. Kejadian ini karena banyaknya komorbid di Kota Madiun. Namun, angka ketersediaan ruang isolasi cukup tinggi. Bahkan, mencapai 62, 18 persen.

Walaupun begitu, wali kota tetap menggencarkan pelaksanaan 3T. Yakni, testing, tracing, dan treatment. “Setiap pekan kami kerjakan tracing kontak erat sebanyak 200 orang, ” tuturnya, Selasa (23/2).

Upaya tracing, menurut pemangku kota, dilakukan untuk mengikuti jejak penularan Covid-19 dalam Kota Madiun. Selain tersebut, juga mengoptimalkan upaya penyembuhan dan pencegahan agar tak semakin meluas.

Kegiatan tracing dilakukan dengan swab test PCR untuk kontak erat. Jika benar positif terkonfirmasi Covid-19, maka peserta tersebut langsung diisolasi. Pemkot Madiun menyediakan Rumah Haji sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 tanpa petunjuk.

“Untuk yang mau isolasi mandiri akan kami tandai rumahnya dengan bendera. Namun, isolasi mandiri harus menutup persyaratan, ” jelasnya.

Beberapa persyaratan dengan wajib dipenuhi antara asing rumah tersebut memiliki lebih dari satu kamar rebah dan kamar mandi. Serta, ada sekat ruangan yang cukup luas agar tidak berbaur dengan anggota rumpun yang lainnya. Pasien yang memutuskan isolasi mandiri langgeng mendapatkan pemantauan dari aparat kesehatan.

“Fokus kita saat ini tanpa sampai pandemi menghalangi keinginan hidup masyarakat. Perekonomian kudu tetap berjalan dengan menggubris protokol kesehatan. Sehingga, ekonomi bisa berjalan dan Covid-19 kita rem, ” tutupnya. (asg/ted)