Pra Gantung Diri, Pria di Tuban Sempat Minta Maaf ke Set Desa

Pra Gantung Diri, Pria di Tuban Sempat Minta Maaf ke Set Desa

Tuban (beritajatim. com) – Warga yang tinggal pada Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban heboh. Situasi itu menyusul adanya seorang awak yang ditemukan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bagian rumahnya, Senin (28/12/2020).

Pria tua itu bernama Darsim (65), petani setempat. Darsim diduga kuat nekad gantung diri kausa mengalami depresi. Sebeum gantung diri, ia sempat berpamitan serta meminta maaf kepada sejumlah perangkat daerah.

Keterangan yang dihimpun beritajatim. com, gantung diri yang dilakukan oleh Darsim berawal saat ia keluar sendi melalui pintu samping dan lalu menuju dapur rumahnya. Selang berapa saat, istri Darsim langsung menyusul suaminya itu lantaran curiga.

“Saat melakukan pencarian, pedusi korban mengetahui jika suaminya telah dalam posisi mengantung di bagian, ” terang AKP Yoan Septi Hendri, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Pada saat perdana kali ditemukan itu, posisi bersantai suaminya masih menendang-nendang dengan leher terikat tali di kayu kawasan dapur. Sehinga istri korban langsung berteriak minta tolong. Mendengar seruan itu anak korban yang status di samping rumah datang ke lokasi.

Setelah diturunkan, kemudian korban ditaruh di pada ranjang. Selanjutnya keluarga berusaha menghubungi pihak medis. Namun, selang tidak lama akhirnya pria yang nekad gantung diri tersebut akhirnya sudah tidak bisa diselamatkan.

“Korban gantung muncul dengan menggunakan tali plastik warna kuning dengan panjang sekitar dua, 5 meter yang diikatkan dalam blandar rumah dengan ketinggian sekitar 2 meter. Berdasarkan pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, ” sambung Kasat Reskrim.

Sementara itu berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, Darsim nekad gantung diri pokok mengalami depresi. Pasalnya selama sekitar satu minggu terkahir korban tetap bilang kepada para tetangganya, ia ingin mati.

“Diduga yang bersangkutan mengalami depresi. Dua hari lalu sebelum meninggal, korban juga sudah menunjukkan keanehan secara mendatangi seluruh perangkat Desa Kedungrejo untuk meminta maaf, ” pungkasnya. [mut/suf]