Rujukan Hari TBC Sedunia, Tersebut Ajakan Wali Kota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim. com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak semua bagian masyarakat bersama-sama memerangi aib Tuberculosis (TBC) dalam rujukan Hari TBC Sedunia atau World TB Day. World TB Day yang diperingati setiap 24 Maret merupakan salah satu upaya menyadarkan masyarakat mengenai bahaya keburukan TBC.

“Rangkaian kegiatan Hari TB Sedunia yang paling substantif ialah menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana TB itu. Hal Itu agar masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait TB. Sehingga penularan TB mampu kita cegah sedini kira-kira, yang utama diri tunggal dan keluarga, ” katanya di Kelurahan Kedundung.

Taat Ning Ita (sapaan dekat, red), sesuai dengan tema Hari TB Sedunia di level global ‘The Clock is Ticking’, maka tema Nasional yang diambil lantaran Hari TBC Sedunia adalah ‘Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari TB’ memiliki makna yang cukup bersandar.

“Tema itu didukung oleh berbagai bahan. Yang perlu diketahui oleh masyarakat semua, bagaimana TB ini memang menjadi PR kita bersama untuk kita cegah, untuk kita perangi, agar penularannya bisa kita kendalikan. Dalam RPJMN tahun 2020-2024, salah satu prioritasnya adalah pembangunan SDM berkualitas, ” ungkapnya.

Salah satu sektor dengan harus terbangun adalah tempat kesehatan yang dikuatkan. Daerah lainnya tertopang karena gaya bidang kesehatan. Satu diantara yang diutamakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah pencegahan penyakit yang menimbulkan biaya tinggi, salah satuanya adalah TBC.

“Maka inilah kok menjadi dasar bagi kita semuanya, baik seluruh stakeholder, swasta dan masyarakat, bersama-sama terlibat secara aktif, berpartisipasi dan bertanggungjawab secara tepat dalam rangka pencegahan keburukan TB. Sesuai arahan Kepala Jokowi, gerakan bersama menuju eliminasi TB 2030 di Jawa Barat maka peringatan Hari TB Sedunia tersebut adalah salah satu implementasinya, ” jelasnya.

Mengutip arahan Presiden Jokowi, lanjut Wali Kota hawa pertama di Kota Mojokerto ini, percuma apabila kelompok tidak sehat karena ketidak sehatan masyarakat ini lah yang bisa mempengaruhi aset-aset lain yang penting. Laksana pendidikan, ekonomi maupun baik. Sesuai dengan data yang ada, bahwa Indonesia merembes delapan negara penyumbang besar pertiga kasus TB di seluruh dunia.

“Ini bukan hasil yang menggembirakan, tetapi menjelma PR bagi kita bersama, bagaimana menurunkan angka TB di Indonesia termasuk dalam Kota Mojokerto. Indonesia menyimpan posisi kedua setelah India, dengan kasus TB sebesar 845 ribu serta mair sebanyak 98 ribu atau setara dengan 11 kematian per jam kasus TB di Indonesia, ” ujarnya.

Menurutnya, kejadian tersebut sungguh sangat mengibakan. Apalagi, kasus TB tak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi selalu menyerang anak-anak. Data WHO 2020 menyebutkan, ada satu, 12 juta anak dalam dunia telah terinfeksi TB. Sedangkan di Indonesia, 8, 2 persen kasus TB menyerang anak-anak usia 15 tahun kebawah. Setara secara 70 ribu kasus mulai tahun.

“Luar Biasa. Tentu tanggungawab kita bagaimana angka ini kita turunkan. Bagaimana penyelesaian TB ini. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama agar kita sinergikan dan kita kuatkan. Kita ingin kedepan, generasi yang berkualitas, kita bentengi anak-anak kita calon generasi penerus bangsa dari keterpaparan TB, agar memiliki level kesehatan yang baik, ” tegasnya.

Keterangan Hari TB Sedunia tahun 2021 diperingati di Kelurahan Kedundung, menurut Ning Ita, lantaran di kelurahan ini angka kasus TB terbesar dibanding kelurahan lainnya. Sehingga diharapkan menjadi atensi, puskemas, rumah sakit dan segenap masyarakat untuk lebih menurunkan perhatian yang lebih luhur khusus untuk Kedundung.

“Upayakan prioritas, untuk peningkatan kesehatan maupun intervensi penurunan kasus TB di kelurahan itu. Di saat pandemi Covid-19 yang masih sedang berlangsung agar tidak mengabaikan 5 M. Tingkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis penyakit penyerta yang bisa memperparah kasus pasien yang terpapar covid, termasuk TB, jangan abaikan 5 M, hingga M yang keenam, yakni menyelenggarakan vaksinasi, ” pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kota Mojokerto, drg Maria Poeriani Soekowardani menyampaikan, peringatan hari TB Sedunia di Kota Mojokerto tahun 2021 merupakan kolaborasi dari Dinas Kesehatan Pengoperasian Penduduk dan KB secara RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo beberapa kegiatan.

“Talkshow tentang penanganan TBC oleh dokter ahli paru RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, penyuluhan tentang tantangan pencegahan dan pemberantasan TBC di era pandemi covid-19, serta screening TB di daerah kantong TB sebanyak 120 sasaran, posyandu balita 3020 sasaran, posyandu lansia 2401 sasaran & di LP 800 sasaran, ” pungkasnya. [tin/suf]