Satgas Covid-19 Perpanjang dan Perketat Susunan Perjalanan

Satgas Covid-19 Perpanjang dan Perketat Susunan Perjalanan

Jakarta (beritajatim. com) – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperpanjang dan memperketat aturan melanggar pembatasan perjalanan orang di dalam negeri yang Surat Edarannya berakhir pada hari ini. Surat Informasi Nomor 1 Tahun 2001 Mengenai Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Jati Dalam Masa Pandemi COVID-19 itu berlaku mulai 9 Januari – 25 Januari 2021 .

Surat Informasi ini juga didasarkan atas peningkatan penularan COVID-19 yang masih agung ditandai oleh positivity rate , kasus aktif dan penambahan kasus positif di level nasional.

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo menjelaskan bahwa perpanjangan ini dimaksudkan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang berpotensi meningkat akibat perjalanan orang dari satu wilayah ke wilayah yang lain. “Peraturan itu berlaku bagi seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, cantik melalui udara, perkeretaapian, darat maupun laut. ” ujar Doni, Sabtu (9/1/2020).

Seluruh pengguna moda transportasi awak maupun umum, wajib menjalankan adat kesehatan sebagai berikut:

Pertama , setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan tubuh 3M, yaitu memakai masker, membentengi jarak, dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Kedua , pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang menetapkan dilakukan berupa penggunaan masker tetap secara benar menutupi hidung & mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.

Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum.

Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, kecuali bagi individu yang tetap mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya.

Ke-3 , pelaku perjalanan dalam jati harus mengikuti sejumlah ketentuan:

  1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan instrumen pribadi maupun umum bertanggung pikiran atas kesehatannya masing-masing, serta bertekuk lutut dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku;
  2. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat bukti hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen memutar lama 2 x 24 tanda sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi darat atau laut, baik karakter maupun umum, wajib menunjukkan bukti hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen menyesatkan lama 3 x 24 tanda sebelum keberangkatan;
  3. Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota), pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara tetap menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling periode 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama dua x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara buat pengguna moda transportasi laut dan kereta api antarkota wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;
  4. Untuk perjalanan ke daerah lainnya, pelaku perjalanan dengan moda pemindahan udara wajib menunjukkan surat fakta hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen memutar lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan kunjungan. Sementara untuk pengguna moda pemindahan laut, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatannya.

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda pemindahan darat pribadi menuju ke daerah di dalam maupun luar Tanah Jawa diimbau melakukan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Tes sebarang rapid test antigen akan dilakukan sebab Satgas Covid-19 Daerah bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi umum darat apabila diperlukan. Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda pemindahan umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api.

“Bagi siapapun yang memalsukan keterangan hasil rapid tes antigen maupun RT-PCR yang akan dipakai sanksi sesuai dengan peraturan perundangan, ” pungkas Doni Monardo. (ted)