Silaturrahmi Bupati Pamekasan dan Kades Disorot

Pamekasan (beritajatim. com) – Kesibukan silaturrahmi dan buka puasa berhubungan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama kepala desa pada Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pengurus Praja Nomor 1, menuai polemik dan menjadi sorotan.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bergabung jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat, Jumat (15/5/2020). Dihadiri sebanyak lurah dinilai cenderung mengabaikan imbauan pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19, sekalipun dalam pertemuan tersebut diterapkan protokol kesehatan.

Berbagai argumen disampaikan elemen masyarakat, khususnya melalui jejaring media sosial (medsos). Termasuk salah satu anggota DPRD Pamekasan yang juga sangat menyayangkan kegiatan yang dijadwalkan digelar besar tahap sesuai dengan total kepala desa di 13 Kecamatan bertentangan di Pamekasan.

Kebag Humas dan Aturan Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono mengirimkan kegiatan tersebut sudah dijadwal jauh sebelum adanya wabah virus corona. Namun sehubungan dengan adanya epidemi, akhirnya kegiatan tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, semisal physical distancing hingga penggunaan masker.

“Prinsipnya kegiatan ini sudah diagendakan jauh-jauh hari dan sebelum adanya wabah Covid-19, apalagi pertemuan secara kepala desa juga sangat penting karena menbahas berbagai hal, tercatat penanganan Covid-19 hingga penyeluran bansos (bantuan sosial) bagi masyarakat terdampak, ” kata Sigit Priyono, Selasa (19/5/2020).

Dari tersebut, pihaknya menerapkan pelaksanaan pertemuan secara prosedur yang berlaku sesuai secara protokol kesehatan. “Kegiatan itu sebati dengan protokol kesehatan dan tersebut sudah menjadi perhatian kami, apalagi posisi duduk para kades pula berjarak satu meter, ” ungkapnya.

“Jadi kegiatan silaturrahmi bersama kepala kampung itu sama dengan kegiatan sebelumnya, seperti mutasi jabatan yang digelar bertahap. Tapi anehnya kenapa malah kegiatan ini dipersoalkan, padahal kesibukan ini sangat penting untuk pengerjaan Covid-19, ” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman menyampaikan kegiatan pemkab beserta para kades sudah sesuai secara protokol Covid-19. “Pada pertemuan tersebut memang sudah diterapkan protokol kesehatan, sekalipun ada beberapa poin dengan justru diabaikan, yakni batas suntuk penumpukan massa, ” kata Fathor Rohman.

“Kami akui kegiatan tersebut sangat penting buat digelar, tetapi alangkah lebih baiknya jika tetap mematuhi berbagai edaran yang sudah ada. Tidak kecundang penting kami juga berharap wabah virus corona segera berakhir dan kembali ke kondisi semula, ” pungkasnya.

Seiring tersebut, Pemkab Pamekasan akhirnya melunak dengan membatalkan kegiatan lanjutan bersama besar desa. Hal itu berdasar surat nomor 005/9/432. 012/2020 perihal pembatalan kegiatan yang ditanda tangani Sekretaris Kawasan (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono. [pin/suf]