Taruna 14 Tahun Asal Sidoarjo Diringkus Polisi Akibat Ini

Gresik (beritajatim. com) – Seorang remaja pokok Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo YS (14) terpaksa harus merasakan pahit getirnya di penjara karena kepergok mengedarkan narkoba jenis sabu dan pil koplo.

Tersangka YS dan rekan-rekannya diringkus tim Satreskoba Polres Gresik pada parkiran mini market Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Selain mengamankan simpulan, polisi juga menyita barang informasi berupa sabu seberat 0, 18 gram dan 20 pil koplo yang disimpan di bungkus cerutu. Serta satu unit motor Honda Vario W 4921 VL dan dua unit ponsel.

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Herry Kusnanto menuturkan, penangkapan tersangka YS bermula dari informasi masyarakat ada peredaran sabu yang melibatkan utama kelompok.

“Bermula lantaran penangkapan YS itu kami juga meringkus dua tersangka lainnya dengan juga masih satu rekan secara tersangka, ” tuturnya, Minggu (24/01/2021).

Kedua rekan tersangka yang diringkus itu masing-masing MFZ (20) asal Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo dan HIW (17) asal Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Penangkapan ketiga remaja yang masih memiliki masa depan tersebut, menyesakan dada. Pasalnya, di usia yang masih bujang seharusnya berpikir positif serta bekerja membangun bangsa. Bukan sebaliknya malah jadi pengedar narkoba.

“Lingkungan keluarga sangat berperan mencegah penyalahgunaan keluarga. Untuk itu, kami menghimbau agar posisi tersebut lebih ditingkatkan mengingat kecelakaan narkoba tidak memandang usia maupun golongan, ” ujar Herry Kusnanto.

Kini ketiga taruna milenial itu, meringkuk di penjara usai menjalani pemeriksaan. Semua simpulan tersebut juga dijerat dengan Perkara 114 ayat (1)Subs Pasal 112 (ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI cetakan 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Sub Pasal 1 ayat (3) UU RI Nomor 11 tarikh 2012 tentang Sistem peradilan pidana anak. (dny/ted)