Terkait Tuntutan Jaksa Terhadap Ketiga Terdakwa Kasus Investasi Bodong Sapi Perah

Ponorogo (beritajatim. com) – Kasus penipuan investasi bodong penggemukan sapi perah, kini memasuki tahap sidang tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap 3 terdakwa. Galih Kusuma otak fall tersebut dituntut 17 tahun penjara. Sementara direktur CV Tri Manunggal Jaya (CV TMJ) Hadi Suwito dan bendahara CV TMJ Arie Setiawan dituntut 16 tahun penjara.

“Terdakwa Galih kami tuntut setahun lebih berat dri Hadi dan Arie. Sebab Galih terbukti sebagai otak dari fall penipuan investasi bodong tersebut, ” kata Ketua JPU Nanang Triyanto, Senin (16/11/2020).

Nanang mengungkapkan berkas tuntutan terhadap ketiga terdakwa ini berjumlah 292 halaman. Banyak pertimbangan yang memberatkan tuntutan bagi para terdakwa. Tim JPU menuntut mereka dengan penipuan dengan pasal 378 KUHP dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan Pasal 3 UU 8/2010 tentang TPPU. “Selain tuntutan penjara belasan tahun, kami juga kenai denda masing-masing Rp 6 miliar dengan hukuman subsider 6 bulan penjara, ” katanya.

Jumlah kerugian yang tidak kecil dan TPPU yang banyak serta jumlah korban yang banyak, kata Nanang yang memberatkan tuntutan terhadap ketiga terdakwa. Sebab, dalam tuntutannya, para terdakwa sudah menilap duit hingga Rp 26 miliar. “Dua hal itu yang memberatkan tuntutan kami terhadap ketiga terdakwa ini, ” katanya.

Sidang tuntutan itu dilakukan secara bold. Ketiga terdakwa mengikuti jalannya persidangan dari rutan kelas IIB Ponorogo. Di ruang sidang Cakra, para terdakwa diwakili oleh tim pengacara yang terdiri dari tiga orang. Ketua Majelis Hakim Bawono Effendi memberi kesempatan ketiga terdakwa untuk menyampaikan pledoi pada hari Senin (23/11/2020) nanti. (end/kun)