Vaksinasi Kota Malang Tetap Ulama, Tapi Stoknya Mulai Menipis

Malang (beritajatim. com) – Stok vaksin di Kota Malang mulai menipis. Dinas Kesehatan Kota Malang mengungkapkan jumlah yang diajukan ke Kemenkes RI untuk periode pertama dan kedua pada wilayahnya sebanyak 180 seperseribu dosis.

Total itu berdasarkan data daripada Dispendukcapil sesuai kategori penerima vaksin untuk tenaga medis, warga lansia, guru, & pelayan publik. Tetapi daripada jumlah yang diajukan mereka hanya mendapat kiriman sebesar 124. 220 dosisi. Dari jumlah itu hanya menyisakan 300 dosis.

“Yang kita ajukan sesuai dengan bukti Dispendukcapil dan lain-lain sekitar 180 ribu dosis. Kita dapat kiriman 124 ribu, itu sudah termasuk jumlah satu dan dosis perut. Itu pun sekarang susunan 300 dosis saja cerai-berai di fasilitas layanan kesehatan, ” ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis (22/4/2021).

Husnul mengatakan, dari jumlah 124 ribuan vaksin sebesar 35 dosis dilaporkan rusak. Meski jumlah vaksin dengan diterima tidak sesuai secara data yang dikirim. Tempat memastikan proses vaksinasi tetap berjalan sekarang sudah mendatangi dosis dua untuk periode dua.

“Kemudian dari total 124 seperseribu vaksin yang diterima sebanyak 35 dosis rusak. Zaman ini tinggal 300 dosis untuk kategori lansia, zaman ini sudah di sarana layanan kesehatan. Jadi vaksinasi ini tetap jalan, membentuk yang dosis satu telah selesai, tinggal dosis yang kedua, ” kata Husnul.

Husnul mengatakan, saat ini yang dikerjakan oleh Dinkes Kota Malang menanti kiriman vaksin oleh Kemenkes RI. Mereka belum mendapat konfirmasi tambahan vaksin dari pusat meski sudah mendekati lebaran. Kiriman vaksin yang dinanti untuk bagian lansia. Sebanyak 75 seperseribu lansia yang diajukan menyambut vaksin tetapi baru 10 ribu lansia yang menjalaninya.

“Kemarin sekitar 75 ribu yang dikirimkan datanya tetapi yang sudah disuntik baru 10 seperseribu lansia. Untuk kapan hadir masih belum ada pengesahan. Jadi kita tunggu kiriman Kemenkes, ” tandasnya. [luc/suf]