Walau di Masa Pandemi,  Kota Kediri Tetap BerprestasiÂ

Walau di Masa Pandemi,  Kota Kediri Tetap BerprestasiÂ

Kediri (beritajatim. com) – Tahun 2020 ialah tahun yang cukup berat bagi seluruh dunia tak terkecuali Praja Kediri. Persoalan global Pandemi Covid-19 berdampak pada segala sektor. Tetapi, Kota Kediri tetap survive buat selalu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakatnya dan banyak menorehkan prestasi baik yang berskala provinsi maupun nasional. Prestasi yang diraih tersedia yang sudah secara reguler diraih dan ada pula yang baru pertama kali diraih.

Pada periode kedua Wali Tanah air Kediri Abdullah Abu Bakar, salah satu misi yang dicanangkan adalah melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas berorientasi dalam pelayanan prima dan teknologi data. Sehingga perbaikan kinerja birokrasi menjelma prioritasnya. Kebijakan Wali Kota Kediri dalam perbaikan ini berimplikasi secara berbagai prestasi yang terkait dengan kinerja Pemerintah Kota Kediri.

Dari keterangan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan Januari tersedia dua prestasi tentang kinerja Pemerintah Daerah berhasil diraih. Prestasi tersebut yaitu Sistem Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintah (SAKIP) predikat BB dengan nilai 70, 75, yang menyusun dibanding nilai SAKIP tahun morat-marit yakni 70, 62 dengan predikat yang sama. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Kediri secara langsung dari Deputi Bagian Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur serta Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh.

Penghargaan selanjutnya ialah Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 ataupun terdefinisi. Menurut Wali Kota Kediri hal ini diraih karena sudah menerapkan tiga hal yaitu kebijakan atau SOP telah diimplementasikan oleh sebagian besar pejabat dan personel terkait dan unit kerja sampel di lingkungan Pemda, bukti adanya implementasi kebijakan telah didokumentasikan secara baik.

Penggunaan permintaan dimungkinkan untuk mendukung implementasi dan pendokumentasian dan yang terakhir implementasi kebijakan telah mampu mengarahkan pencapaian tujuan pemda yang antara lain ditunjukkan dengan tidak adanya permasalahan kelemahan pengendalian yang material & hasil pemeriksaan BPK dan APH dikaitkan dengan sub unsur SPIP.

Wali Kota Kediri menambahkan catatan prestasi yang diperoleh karena kinerja pemerintah daerah. Kota Kediri selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian secara berturut-turut selama 6 kali, menurutnya hal itu berarti penggunaan anggaran Pemerintah Praja Kediri sudah baik. Kemudian, LPPD 2018 Kota Kediri mendapatkan skor 3, 4198 dengan status kinerja sangat tinggi dan nilai itu mengalami kenaikan yang signifikan yang mana sebelumnya hanya memperoleh skor 3, 2769.

Abdullah Abu Bakar

Dalam hal pengadaan barang dan jasa, Kota Kediri yang tergabung dalam program Jatim bejo menjadi salah satu dari 4 kota di Jawa Timur yang menerima penghargaan atas komitmen buat perubahan budaya kerja menuju modernisasi pengadaan barang/jasa dan meningkatkan kedudukan serta pelaku UMKM Jawa Timur. Wali Kota Kediri berpendapat ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Tanah air Kediri berupaya lebih transparan & akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa.

Pada bagian penanggulan bencana, Kelurahan Betet dinobatkan menjadi kelurahan tanggap bencana bagian utama pada Destana Award. Wali Kota Kediri mengungkapkan Kelurahan Betet mendapatkan penghargaan ini karena Betet merupakan daerah rawan kebakaran jadi di daerah itu memiliki peralatan yang lengkap untuk pemadam kebakaran dan setiap RT sudah mengikuti pelatihan memadamkan kebakaran, sehingga warganya terlatih bila ada kesedihan bisa ditangani.

Prestasi juga diraih oleh Pemerintah Tanah air Kediri pada bidang kesehatan. Menurut Wali Kota Kediri, kebijakannya selalu memperhatikan kesehatan masyarakat Kota Kediri. Maka beberapa program dibuat & dijalankan dengan memprioritaskan layanan pada masyarakat. Dengan hal itulah, Tanah air kediri dalam Layanan Home Care PEDULI (Profesional, Empatik, Dedikatif, Lengkap, Langsung dan Integratif) menyabet penghargaan Top 30 di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2020.

Home Care PEDULI ini berorientasi di pasien bukan hanya pada aib. Jadi bukan hanya penyakitnya yang diobati tapi orientasinya pada permasalahan pasien. Wali Kota Kediri memberikan salah satu kisah penanganan masyarakat melalui Home Care PEDULI dimana pasien memiliki rumah tidak terhormat huni, sehingga juga diberikan sarana bedah rumah selain diobati sakitnya.

Tidak hanya tersebut, penghargaan Pembina Agent of Change (Aoc) Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) terbaik se-Jawa Timur juga diraih. Penghargaan itu didapatkan karena Dinas Kesehatan secara masif memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan obat dengan cerdas.

Tidak kalah dengan OPD pada lingkungan Pemerintah Kota Kediri, PKK Kota Kediri juga mengikuti menorehkan beberapa prestasi sehingga dapat mendatangkan nama baik Kota Kediri. Wali Kota Kediri menyampaikan prestasi itu yaitu Harapan III lomba peragaan busana Batik dalam rangka HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-40. Kelurahan Pojok juga berhasil meraih Terbaik I Pelaksana Program Pokok kayu PKK tingkat Provinsi Jatim.

Kelurahan Mojoroto juga jadi Juara 2 pada Taman Herbal Bejo Jahe Merah Provinsi Jawa Timur. Serta di bulan November lalu PKK Kota Kediri sudah berhasil meraih Juara 1 Lomba Kesatuan Gerakk PKK-KKBPK – Kesehatan tubuh tahun 2019 (Kelurahan Tamanan) sebab inovasi-inovasi yang memberikan dampak pada masyarakat.

Tidak cuma sampai disitu, di penghujung tarikh 2020 prestasi masih juga diraih oleh Kota Kediri. Prestasi tersebut terkait dengan hal inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan serta lainnya. Wali Kota Kediri mengutarakan karena banyak inovasi yang dilakukan oleh Kota Kediri sehingga Kementrian Dalam Negeri memberikan penghargaan pada Kota Kediri sebagai kota Benar Inovatif dengan nilai 4. 041 yang diukur berdasarkan indeks perubahan daerah tahun 2020.

Atas prestasi-prestasi yang diperoleh Negeri Kota Kediri tersebut, Wali Kota Kediri menyampaikan harapannya.

“Penghargaan ini hanya sebagai bonusnya saja, yang terpenting dan harus terus dilakukan yaitu membuat kalender dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, ” ujar Abdullah Abu Bakar Wali Kota Kediri. [nm/ted].