Waspada Angin Kencang di Malang

Malang (beritajatim. com) – Jalan kencang yang terjadi beberapa keadaan terakhir di Malang Raya, diperkirakan akan terjadi hingga 21 Februari 2021 mendatang. Pemicunya, ada tekanan rendah di Selatan Pulau Jawa yang memicu pertumbuhan awan konvektif sehingga terjadi angin kencang dan hujan lebat.

“Sekarang ini kita di puncak musim hujan, ada gangguan di Daksina Jawa berupa tekanan rendah dengan memicu terjadinya awan konvektif yang dapat menyebabkan angin kencang dan hujan lebat, ” ungkap Prakirawan Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Rengsa, Linda Fitrotul, Kamis (19/2/2021).

Linda membaca, adanya tekanan rendah di Daksina Pulau Jawa tersebut menambah provokasi pada atmosfer sehingga hujan semakin lebat disertai angin kencang. Tetapi, sifatnya lokal dan sesaat. Kini tercatat kecepatan angin mencapai 45 km per jam. Apalagi, kelembaban udara saat ini mencapai 75-95 persen, memicu percepatan proses pertumbuhan awan konvektif.

“Bisa sebabkan hujan siang dan sore disertai angin kencang, terjadi tak terus menerus, tergantung topogragi serta daerahnya seperti apa, ” nyata Linda.

Ia membeberkan, kondisi ini sangat kuat dirasakan di Malang Sundal, kendati dilihat dari pusat tekanan rendah memanjang di Barat Gaya Jawa dan Selatan Sumatera mematok Pulau Jawa. Namun, fenomena itu lumrah terjadi di puncak musim penghujan.

“Kalau dilihat dari tekanan rendahnya memanjang di Barat Daya Jawa dan Daksina sumatera hingga Pulau Jawa, sejenis ini lumrah terjadi di musim hujan, ” urainya.

Sebab itu, diimbau kepada bangsa untuk mengurangi aktivitas di asing rumah, dan tetap waspada era melintasi papan reklame, baliho dan pokok kayu yang sudah rapuh. “Ya berhati hati saja minimalisir aktivitas dalam luar rumah, waspada saat melintasi baliho dan pohon yang rapuh, ” pungkasnya. (yog/kun)