Zona Pertanian Jadi Penyumbang Terbanyak Penyerapan Tenaga Kerja di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim. com) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro M Anwar Mukhtadlo mengungkapkan, sektor pertanian masih menjadi peran utama regional dan nasional sumber penyedia pangan dan penyerapan tenaga kerja terbanyak.

Sektor pertanian menjadi penyumbang tenaga kerja terbesar sebanyak 39 obat jerih dari total penduduk di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga pertanian bersama sektor industri diharapkan bisa selaras menyala sama untuk menggerakkan pembangunan di Bojonegoro.

Selain tersebut, sektor pertanian juga menjadi satu diantara sektor dominan dalam pembentukan Keluaran Domestik Regional Bruto (PDRB) kurun waktu lima tahun terakhir (2015-2019). Namun di sisi lain zona pertanian di Bojonegoro masih mengalami permasalahan di berbagai faktor.

Hal itu, lanjut tempat, terbukti Bojonegoro berada dalam susunan sembilan di Jawa Timur di dalam kontribusi PDRB dengan poin 3. 29 persen. “Kami mengkaji serta merumuskan solusi penyebab dari daerah pertanian melemah. Kita harus memajukan kembali peran penting sektor pertanian pada PDRB, ” ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Karena rumusan masalah tersebut, Pemkab Bojonegoro mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna meningkatkan kembali pemberian sektor pertanian terhadap PDRB. Jadwal tersebut berlangsung di Creative Room Gedung Pemkab dengan menghadirkan 40 peserta dari beberapa OPD, perwakilan dari kecamatan, Kepala Desa, LSM serta Gapoktan. FGD juga membawa narasumber DPR RI serta BPS Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah juga menyampaikan kalau melemahnya sektor pertanian kemungkinan pokok bibit tanam dan pola menanam yang belum berhasil. Untuk tersebut Bupati mengimbau agar memaksimalkan daya lahan. “Mari kita manfaatkan lahan kosong, jangan sampai berakhir menjelma lahan tidur. Jika kita mencari jalan memaksimalkan lahan maka akan bisa terhindar dari krisis, ” kata Anna Muawanah.

Bupati menyebut sektor pertanian dan sektor peternakan perlu digalakkan kembali, hal ini karena sumber daya yang ada dapat mendaulat potensi yang lebih ditingkatkan. “Industri hulu dan hilir pertanian masih berpontensi. Jika lahan terbatas, kita harus bisa belajar memanfaatkan teknologi pertanian, ” lanjut Bupati.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan di sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro memberikan dukungan diantaranya melalui rencana petani mandiri (PPM) dengan gawai Kartu Petani Mandiri (KPM), pemberdayaan BUMDES, pembentukan BUMD, peningkatan sumber daya air dengan rehab Waduk Pacal, pembangunan bendung gerak Karangnongko, pembangunan waduk Gongseng dan waduk Pejok serta langkah terakhir dengan mendukung kiprah petani milenial melalui bimtek. [lus/suf]